Yakin Beri Multi Efek, Jika Smelter Dibangun di Papua

Ina Elisabeth Koba,S.T., M. M saat bertemu dengan Kementerian ESDM pada rapat kerja Kementrian ESDM di Pusat. (Foto:Humas For Cepos)

JAYAPURA-Anggota DPR RI Ina Elisabeth Koba,ST, MM mengatakan jika smelter PT Freeport Indonesia dibangun di Provinsi Papua akan menjawab sejumlah persoalan yang mendasari masyarakat Papua. Untuk itu perlu menjadi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM.
Hal ini diungkapkan langsung Ina Elisabeth dalam rapat kerja bersama Kementerian ESDM.
“Saya langsung focus kepada poin strategis Program Kerja Kementerian ESDM tahun 2021, untuk sub sektor minerba yaitu terkait Percepatan Pembangunan Smelter, yang ditargetkan ada tambahan 4 unit, sebagai sebuah upaya dalam pencapaian menuju 53 smelter di Tahun 2024, harusnya di Papua, ” katanya kepada Cenderawasih Pos melalui Sambungan telepon selulernya, Selasa, (26/1).
Seperti diketahui bahwa PT Freeport Indonesia memiliki cadangan tembaga terbesar di Indonesia. Dengan besaran cadangan tembaga yang sangat potensial, apakah ada progress pemerintah di tahun 2021 untuk konsep pembangunan Smelter di Tanah Papua, ini yang masih diperjuangkannya.
“Karena berdasarkan pemberitaan yang saya ikuti di media, saya belum menemukan adanya gagasan dari Pemerintah Pusat untuk melihat Papua yang merupakan penghasil tembaga no.1 di Indonesia, ” Katanya.
Sebenarnya kata dia sangat potensial untuk pembangunan Smelter. Mengingat, Jarak antara material tembaga akan lebih dekat, dan juga akan menciptakan multi effect kepada masyarakat di Papua ini sendiri.
“Apa yang menjadi alasan paling mendasar dari Pemerintah, bahwa pemilihan lokasi Smelter Tembaga, ataupun emas, sampai saat ini belum ada yang direncanakan di Papua?” katanya.
Dia menegaskan bahwa kehadiran pembangunan smelter di Papua nantinya akan membantu beberapa persoalan konkret yang selama ini menjadi rumit diselesaikan oleh pemerintah seperti jaringan listrik telekomunikasi dan lainnya jika smelter dibangun.
“Multi Effect yang kita maksudkan adalah ada perhatian pemerintah tentang persoalan listrik yang sampai saat ini masih tidak konsisten, jaringan Internet, Juga penyerapan tenaga kerja, khusus untuk Orang Asli Papua. dan masih banyak lainnya yang bisa saja menjadi lebih baik jika pembangunan smelter juga dilakukan di Papua,” katanya.(oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *