Polisi Akhirnya Buka Palang Kantor DPRD Merauke

Palang Kantor DPRD Merauke yang sudah dibuka oleh Polres Merauke Senin (25/1) setelah 2 minggu di palang oleh pemilik hak ulayat dengan tuntutan ganti rugi Rp 50 miliar. ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE- Setelah dipalang lebih dari 1 minggu, pihak Kepolisian Resor Merauke akhirnya membuka palang Kantor DPRD Kabupaten Merauke, Senin (25/1). Sebanyak 4 personel Polres Merauke yang membuka palang tersebut sekitar pukul 09.00 WIT. Pembukaan palang tersebut berjalan mulus, karena saat palang itu dibuka pihak yang memalang tidak tampak di lokasi. Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum kepada wartawan terkait dengan pembukaan palang tersebut mengungkapkan bahwa sekitar pukul 08.30 WIT, pihaknya mendapatkan telpon langsung dari bupati terpilih, memohon dengan hormat untuk palang dibuka.

‘’Tadi kami sudah buka setelah minggu lalu police line sudah kami lepas karena sudah aman dan tenang. Kemudian diminta lagi oleh beliau (bupati terpilih,red) untuk dilepas. Karena harus ada catatan, karena ada masalah KNBP kita yang belum selesai. Takutnya belum selesai dan bermuara ke yang lain,’’ kata Kapolres.

  Selain permintaan dari bupati terpilih, lanjut Kapolres, pada Minggu malam dari sekelompok pemuda yang tergabung dalam KNPI Kabupaten Merauke memohon untuk membuka palang kantor DPRD Merauke tersebut. ‘’Atas konteks ini saya laporkan dan mengambil kebijakan dan perintah kepada Kabag Ops untuk segera membuka palang tersebut,’’ tandasnya. Ditanya apakah sudah ada yang mengajukan keberatan setelah palang tersebut dibuka, Kapolres meminta untuk tidak perlu takut. ‘’Kan ada kantor polisi. Saya sudah siapkan konsep dan paket untuk harus bagaimana dengan mereka, apalagi mereka saya kenal tuh dan selalu minta tolong kepada saya,’’ tambahnya. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *