Pasien Covid-19 di Merauke Diambil Paksa Keluarga

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten  Merauke,  dr. Nevile R. Muskita

MERAUKE – Jika selama ini kita mendengar ada jenazah Covid-19 yang diambil paksa oleh keluarga, kejadian sama terjadi di Merauke, Senin (25/1). Adalah jenazah laki-laki umur sekitar 49 tahun yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 diambil paksa oleh keluarganya.

  Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke dr. Neville R. Muskita, membenarkan pengambilan paksa jenazah Covid-19 tersebut oleh keluarganya di kamar jenazah, Senin kemarin. ‘’Yas benar,’’ kata dr Neville R. Muskita menjawab pertanyaan media ini.

Dikatakan, pasien Covid yang meninggal tersebut adalah seorang laki- laki berumur 46 tahun. Yang bersangkutan dirujuk oleh Rumah Sakit Bunda Pengharapan (RSBP) pada tanggal 24 Januari malam sekitar pukul 21.00 WIT dengan penurunan kesadaran, ada riwayat demam, muntah-muntah dan sakit kepala dengan tekanan darah tinggi sehingga diduga stroke bersama malaria Celebral. Dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan positif malaria dan karena hasil rapid test Covid  reaktif maka di rujuk ke RSUD dan langsung diperiksa swab TCM. ‘’Hasilnya terkonfirmasi positif covid- 19,’’ katanya.

Dikatakan, kondisi pasien terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia pada Senin 25  Januari 2021 sekitar pukul 09.00 WIT. Kendati sempat diambil paksa oleh keluarganya, namun jenazah tersebut dimakamkan oleh petugas RSUD Merauke dengan menggunakan APD sehingga pukul 16.00 WIT kemarin. Dengan tambahan pasien Covid yang meninggal ini , maka jumlah yang meninggal dunia sebanyak 21 orang. Sementara itu, Senin kemarin terdapat tambahan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 4 orang, sehingga total yang positif secara kumulatif dari sebelumnya 475 kasus menjadi 479 kasus. Semnetara yang sembuh tidak ada sehingga yang dirawat berjumlah 119 orang. (ulo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *