Berupaya Tingkatkan Literasi di Kelas Awal

Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Anggota DPRD Lanny Jaya, melakukan video conference bersama Ketua Yayasan Nusantara Sejati, Eka Simanjuntak di Kantor DPPAD Papua, Senin (25/1) kemarin. Pertemuan ini dalam rangka tindaklanjut MoU program Organisasi Penggerak yang dijalankan Yayasan Nusantara Sejati. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memiliki 3 program besar, yakni Organisasi Penggerak, Guru Penggerak dan Sekolah Penggerak.

“Dalam program Organisasi Penggerak, Yayasan Nusantara Sejati yang menandatangani MoU bersama pemerintah. Terdapat 5 kabupaten/kota yang menjadi sasaran program dari yayasan ini, yakni Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Lanny Jaya, dan Kota Jayapura,” jelas Christian Sohilait saat melakukan video conference bersama Ketua Yayasan Nusantara Sejati, Eka Simanjuntak, di Kantor DPPAD Papua, Senin (25/1).

Program yang dilakukan dari yayasan ini adalah penguatan literasi dasar di kelas awal. Hal ini mengingat masalah literasi yang paling banyak terjadi di kelas awal, sehingga bagaimana yayasan ini, melalui program Organisasi Penggerak menyiapkan guru yang baik, perangkat serta proses pembelajaran yang selama ini dievaluasi.

“Makanya, teman-teman yayasan diberikan kepercayaan untuk  membantu di sana. Walaupun hanya dua tahun. Kami harap angka statistik pendidikan khususnya literasi di 5 kabupaten/kota ini bisa meningkat. Jadi kita lihat sebelum dan sesudah program ini berjalan,” sambungnya.

Ketua Yayasan Nusantara Sejati, Eka Simanjuntak menyebutkan bahwa program literasi yang dimaksud adalah literasi dengan pemahaman. Jadi, anak-anak didik tidak sekadar membaca – menulis, melainkan memahami apa yang dibaca dan ditulis.

“Literasi pemahaman, sebenarnya, masalahnya itu tidak hanya terjadi di Papua dan NTT. Tapi masih banyak wilayah di Indonesia, yang bahkan di Jawa sekalipun masih bermasalah. Namun, bagaimana kita berusaha agar Papua ini jangan yang paling bawah tingkat literasinya,” terang Eka Simanjuntak.

Kata Simanjuntak, pihaknya berupaya untuk meningkatkan literasi di Papua secara signifikan. Menurutnya, hal itu sangat mungkin terjadi, jikalau program literasi diterapkan di semua wilayah di Papua.

“Program literasi ini bukan program yang sulit untuk diterapkan. Hanya memang tantangannya itu mengubah mindset guru, kebiasaan yang kurang produktif itu yang harus kita ubah. Karena, kebiasaan itu sesuatu yang sudah lama, maka tidak cukup banyak dilatih, melainkan guru itu harus didampingi juga, agar bisa menerapkan program ini,” tambahnya.(gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *