Belum Pikirkan untuk Pensiun

Boaz Solossa

Boaz Solossa

JAYAPURA- Kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa mengaku belum memikirkan untuk gantung sepatu. Meski usianya kini telah berada pada angka 34 tahun, tapi pemilik nomor punggung 86 itu sampai saat ini masih menjadi andalan utama pasukan Merah Hitam.

Peran bapak lima anak itu masih menjadi ancaman utama tim lawan. Pengalaman dan kepemimpinan Bochi sapaan akrabnya masih sangat dibutuhkan oleh tim kebanggaan masyarakat Papua itu.

Meski begitu, Boaz sendiri mengaku kariernya di pentas sepak bola tanah air sebagai pemain tak akan lama lagi. Bahkan, Boaz kini telah mengantongi lisensi pelatih C AFC. Sudah jelas, kemana sang Bocah Ajaib julukan Boaz setelah gantung sepatu.

Tapi sebelum gantung sepatu, Boaz mengaku ada beberapa syarat yang harus dipenuhi klub sebelum dirinya benar-benar siap untuk pensiun.

Pemain terbaik Liga Indonesia sebanyak 3 kali itu menuturkan, bahwa sebelum pensiun, skuat Mutiara Hitam harus benar-benar matang. Sebab Boaz, mengaku, jarak usia pemain senior dalam tim dengan pemain muda sangat jauh beda.

Apalagi di atas Boaz, masih ada Yustinus Pae dan Ricardo Salampessy yang lebih senior darinya. Sehingga setelah mereka pensiun, tentu generasi di era Todd Ferre yang akan menjadi harapan utama pasukan Merah Hitam kedepan.

Sebab itu, menurut Boaz, tugas mereka saat ini membuat pondasi yang kuat dalam tim. Sehingga saat mereka pensiun, Persipura tetap kuat dengan pemain-pemain mudanya. Dengan ditopang oleh beberapa pemain senior seperti Ferri Pahabol, Donny Monim dan Israel Wamiau.

“Kalau Todd, Kevin, Gunansar, Marinus dan yang lainnya sudah siap, pasti kami juga sudah siap. Karena berbicara regenerasi dalam klub ini sangat jauh sekali. Dan mereka ini harapan Persipura kedepannya,” ungkap Boaz kepada Cendrawasih Pos, Minggu (24/1).

Boaz mencontohkan, apa yang dialami oleh Persipura saat ini juga mereka rasakan saat ia masih menjadi pemain muda, di mana kala itu, pemain senior dihuni oleh Eduard Ivakdalam, Jack Komboy dan kawan-kawan.

Saat itu, jarak mereka cukup jauh, tapi untungnya mereka cepat belajar banyak dari para sang mentor mereka. Sebab itu, hal serupa diharapkan dapat dilakukan oleh Todd Ferre cs.

“Waktu dulu ada kaka Edu dan Jack, kita ini masuk, kemudian saya, Ian Ricardo dan Manu masuk, memang jarak kami cukup jauh tapi kami sudah kuat. Setelah itu, dapatlah, Ruben, Nelson, Ferri jadi jaraknya tidak jauh. Tapi setelah mereka keluar, dari kami ke Friska saja cukup jauh,” ujar Boaz.

“Selagi kami (Ricardo, Tipa dan Ian) masih ada, pemain muda ini harus belajar, karena setelah kita tidak ada di Persipura, sudah ada kalian, karena kalian ini sudah punya bekal,” sambung Boaz.

Boaz juga membeberkan, menjadi panji Merah Hitam tak hanya sekedar berada dalam tim. Tapi bagaimana bisa memberikan kontribusi yang besar, dan terus berusaha untuk melampaui capaian tim di musim-musim sebelumnya.

“Harus main matian-matian, harus kita memang, dan itu sudah tertanam dalam jiwa. Itu yang selalu saya sampaikan kepada mereka. Bermain untuk Persipura ini harus bermain pakai hati dan cinta Persipura,” pungkasnya. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *