Pelindo:  2020, Aktivitas Bongkar  Muat Barang Turun

Aktivitas di Pelabuhan Jayapura, Sabtu (23/1) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – General Manager PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Jayapura Sonny Uktolseya mengatakan, pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah yang telah banyak membantu dan mendukung PT Pelindo IV Cabang Jayapura, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Khususnya selama masa PSBB dalam rangka menurunkan angka penyebaran Covid-19 sejak 25 Maret 2020 – Juli 2020 dan secara bertahap hingga  31 Desember 2020.

“Aktivitas bongkar muat berjalan seperti biasa, tidak ada kendala yang signifikan, sebagai gambaran  tampilkan data 2019 dan 2020,  untuk arus barang tahun 2019 aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Jayapura sebanyak  1.151.259 ton dan tahun 2020  sebanyak 1.151.140 ton atau mencapai 99,99%,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (23/1).

Lanjutnya, untuk arus  peti kemas tahun 2019 sebanyak 97.488 teus dan tahun 2020 sebanyak 94.779 teus atau mencapai 97,22%.

Sementara untuk arus penumpang Embarkasi tahun 2019 sebanyak 133.101 orang, tahun 2020 70.536 orang atau hanya mencapai 52,99%. Selain itu arus penumpang Debarkassi tahun 2019 sebanyak 165.389 orang tahun 2020 sebanyak 76.902 orang atau hanya mencapai 46,50%.

“Melihat data-data ini, menjelaskan bahwa penurun ini adalah dampak dari Covid-19, namun untuk aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jayapura, masih tetap berjalan seperti biasa di tahun 2020,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan operasional perdana dermaga peti kemas  di Depare, menurutnya  secara operasionalpelabuhan  terbagi menjadi dua yaitu pelabuhan komersil dan pelabuhan non komersil.

“Pelabuhan Jayapura termasuk pelabuhan komersil yang di kelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yaitu PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Jayapura,” tambahnya.

Sementara, Pelabuhan Depapre dibangun oleh Kementerian Perhubungan, yang saat ini pengelolaannya di bawah  Kepala Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Jayapura yang saat ini status pelabuhannya non komersil.

“Dengan status non komersial sehingga Pelindo belum dapat mengelola Pelabuhan Depapre, dan ini terkait juga dengan regulasi pemerintah lewat Kementerian Perhubungan. Ke depankalau kami ditunjuk oleh Kementerian Perhubungan sebagi pengelola pelabuhan Depapre, pada prisipnya Pelindo siap mendukung. Tentunya  sesuai aturan yang berlaku,”imbuhnya.(ana/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *