Kesadaran Masih Rendah, Botol Miras Masih Berserakan

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Anthonius. M Ayorbaba, S.H, M.Si, bersama para pegawai Kemenkumham Papua, saat membersihkan sampah botol miras di Jembatan Youtefa atau Jembatan Merah, Sabtu (23/1). ( FOTO: Yewen/Cepos)

Anthonius Ayorbaba: Perlu Regulasi Penertiban Kawasan Jembatan Youtefa

JAYAPURA- Keindahan Jembatan Youtefa atau yang populer disebut Jembatan Merah membuat banyak orang setiap hari berfoto dan mengabadikan momen-momen di jembatan yang menghubungkan antara Hamadi dan Holtekamp ini.

   Namun, keindahan jembatan ini ternyata terdapat sekali banyak sampah botol minuman keras (miras) yang ditemukan di bawah jembatan. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, terutama sampah botol miras masih sangat rendah.

  Jembatan Merah tidak hanya menampilkan panorama keindahan di sepanjang Teluk Youtefa, tetapi ternyata dijadikan sebagai salah satu tempat untuk mengkonsumsi miras. Hal ini terbukti dengan adanya banyak sekali botol miras yang berserakan di samping kiri dan kanan bawah jembatan tersebut.

   Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Keimigrasian ke-71 tahun yang jatuh pada tanggal 26 Januari 2021 mendatang, maka Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Papua melakukan bersih-bersih di sepanjang Jembatan Youtefa.

  Dari hasil bersih-bersih sampah yang dilakukan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Papua, Anthonius. M Ayorbaba, S.H, M.Si teryata masih banyak ditemukan sampah botol miras yang berserakan di sekitar Jembatan Youtefa.

  “Keindahan Jembatan Youtefa, paradoks dengan banyaknya sampah botol miras,” kata Ayorbaba, usai membersihkan sampah botol miras dan sampah plastik yang bertebaran di Jembatan Youtefa, , Sabtu (23/1).

  Oleh karena itu, kata Ayorbaba, pihaknya akan melakukan sinergi dengan pemerintah daerah yang ada di Kota Jayapura dan Pemerintah Provinsi Papua, sehingga dapat membuat sebuah regulasi yang dapat mengatur penertiban di kawasan Jembatan Youtefa, sehingga orang tidak sembarangan membuang dan mengkonsumsi miras dan membuangnya secara berserakan di sepanang Jembatan Youtefa.

  “Kanwil Kemenkumham Papua, akan bersinergi dengan Pemda Kota Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua untuk membuat regulasi untuk penertiban kawasan jembatan Youtefa,” ucapnya mantan Kakanwil Kemenkumham Papua ini.

  Menurut Ayorbaba, Jembatan Youtefa  menjadi salah satu ikon di Kota Jayapura. Selain dikenal di Indonesia, jembatan ini dikenal di dunia internasional. Karena jembatan ini telah didaftarkan hak ciptanya di Kementerian Hukum dan HAM.

  “Kami berharap ada regulasi yang lebih ketat dibuat oleh DPR Kota Jayapura, sehingga ada patroli yang selalu dilakukan untuk menjaga kawasan ini, sehingga tetap aman dan bersih. Masyarakat yang melakukan aktivitas di malam hari dan membuang sampah semabarangan harus diberikan sanksi,” harapnya.  (bet/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *