Jamaah Keluar Ongkos Karantina Hingga Rp 9,2 Juta

Jamaah Umroh melakukan antrian di Loket Tiket sebelum berangkat umroh di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Minggu (1/11/20) lalu. Sebanyak 360 orang melakukan umroh untuk pertama kali dari Indonesia. FOTO : FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

Sudah Boleh Berumrah Lebih dari Sekali

JAKARTA, Jawa Pos – Asosiasi travel umrah terus meminta pemerintah membebaskan jamaah umrah dari kewajiban karantina sepulang dari Saudi. Sebab jamaah harus keluar ongkos tambahan yang lumayan besar. Biaya karantina selama lima hari bisa sampai Rp 9,2 juta/orang atau sekitar separuh dari ongkos umrahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Zaky Zakaria Anshary ketentuan wajib karantina lima hari itu keluar pada 14 Januari lalu. Aturan tersebut diterapkan kepada para pelaku perjalanan dari luar negeri, termasuk jamaah umrah.

Zaky menceritakan pada 18 dan 19 Januari lalu ada dua grup jamaah umrah tiba di Indonesia. Mereka kemudian diwajibkan menjalani ketentuan protokol itu. Ketentuannya adalah wajib dua kali swab PCR dan karantina selama lima hari. ’’Grup (maskapai, Red) Lion dikarantina di hotel Ibis Surabaya. Grup Saudia Airlines dikarantina di hotel Ibis Slipi Jakarta,’’ kata Zaki kemarin (24/1).

Dia menjelaskan jamaah harus menanggung biaya karantina itu. Sebab biaya karantina bagi para jamaah umrah tidak masuk dalam kategori yang digratiskan. Zaky mengungkapkan ongkos karantina selama lima hari itu bervariasi. ’’Info harganya termurah Rp 3,5 juta sampai Rp 9,2 juta,’’ ungkapnya.

Zaky mengatakan beragam upaya sudah mereka lakukan supaya jamaah umrah dikeculaikan dalam aturan wajib swab PCR 2 kali dan karantina lima hari itu. Diantaranya adalah mereka mengadu kepada Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Selain itu AMPHURI juga menyurati satgas Covid-19 dengan ditembuskan kepada Kementerian Agama (Kemenag). Zaky mengatakan jamaah umrah berbeda dengan pelaku perjalanan luar negeri yang mas uke Indonesia lainnya. sebab jamaah umrah selama berada di Saudi menjalani protokol yang sangat ketat. Kemudian sebelum pulang ke tanah air, mereka juga wajib swab PCR negatif.

Dalam kesempatan itu Zaky mengatakan pelaksanaan umrah saat ini sudah mulai berangsur normal. Diantaranya adalah batasan usia yang sebelumnya maksimal 50 tahun, kini menjadi 60 tahun. Dia mengatakan banyak jamaah umrah Indonesia yang batal berangkat karena usianya lebih dari 50 tahun.

’’Alhamdulillah sekarang sudah bisa,’’ tuturnya. Selain itu pelaksanaan umrah di Masjidilharam juga boleh lebih dari satu kali. Informasi yang dia terima, jamaah bisa menjalankan umrah sebanyak dua kali. (wan/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *