Di Jalan Pos Tujuh, Seorang Paruh Baya Ditikam 

Pelaku penikaman saat diamankan polisi, Sabtu (23/1). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

Pelaku Langsung Ditangkap

SENTANI-Seorang pria paruh baya di Sentani berinisial AT (52)  menjadi korban penikaman yang dilakukan oleh seorang pemuda berinisial AD (20).

Kapolsek Sentani Kota, AKP Ruben Palayukan, S.Pt, S.IK mengatakan, pelaku penikaman itu langsung dibekuk aparat kepolisian sesaat setelah kejadian.

“Anggota berhasil mengamankan pelaku di samping pangkalan ojek menuju jalan Pos Tujuh Sentani,” kata AKP Ruben Palayukan, dalam release yang diterima media ini, Minggu (24/1).

Kapolsek menjelaskan, usai  melakukan penganiayaan itu, pelaku DS langsung pesta Miras dengan rekan rekanya. Saat itulah dia ditangkap oleh aparat kepolisian.

“Usai mendapatkan laporan, anggota kami langsung bergerak cepat dan menangkap pelaku yang saat itu sedang pesta Miras bersama rekan rekannya di jalan masuk Pos Tujuh Sentani,” imbuhnya.

Berdasarkan hasil interogasi awal yang dilakukan pihak kepolisian, kasus penikaman itu dilakukan setelah  korban AT  menegur   orang tua pelaku yang melintas di jalan Pos Tujuh Sentani pada malam hari. Diduga, AT merasa khawatir karena hari sudah malam.

“Kasus penganiayaan bermula saat korban menegur orang tua pelaku, yang saat itu sedang melintas berjalan kaki menuju ke arah jalan utama Pos 7 Atas karena merasa khawatir, korban menegur dengan berkata “Ko mau ke mana sudah malam,”jelas Kapolsek menirukan keterangan pelaku.

Namun  teguran tersebut didengar oleh pelaku dan pelaku merasa tidak terima orang tuanya ditegur sehingga pelaku langsung menikam korban dengan menggunakan sebilah pisau sebanyak 1 kali pada bagian rusuk kiri, setelah itu pelaku melarikan diri.

Setelah polisi menerima laporan langsung mengejar pelaku dan berhasil diamankan di jalan masuk Pos Tujuh.

Guna untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, pelaku kini sudah ditahan di Mapolsek Sentani Kota. Pelaku diancam dengan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara.

“Sudah kita tahan dan yang bersangkutan diganjar dengan ancaman Pasal 351 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara,”ungkapnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *