Semoga Februari Sudah Bisa Dilantik

Johny Banua Rouw (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – DPR Papua sejatinya terdiri dari anggota yang berasal dari kursi pemilihan maupun pengangkatan, namun hingga kini yang mengisi gedung tertinggi di Jayapura ini hanya dari jalur pemilihan, lewat partai politik sedangkan dari kursi adat masih menunggu respon kementerian, otonomi daerah. Masih ada yang mengganjal di Dirjend Otda sehingga perlu dikawal dan lebih diseriusi apalagi 14 nama tersebut sudah sejak akhir tahun 2020 lalu dimasukkan.
Meski bukan menjadi kewenangannya namun menurut Ketua DPR Papua, Johny Banua Rouw dari hasil pertemuannya dengan Dirjend Otda diakui masih ada lembaran surat atau keterangan yang harus dilengkapi. Syarat inilah yang menjadi sandungan dan perlu segera disiapkan agar semua prosesnya bisa berjalan. “Hasil pertemuan dengan teman – teman 14 kursi kemudian mereka meminta untuk saya ikut mengawal meski sejatinya bukan kewenangan kami lagi namun saya juga berharap 14 kursi bisa cepat bergabung sehingga saat saya rapat di Jakarta saya sempatkan waktu berdiskusi dengan Dirjend Otda dan semoga dalam waktu dekat sudah bisa direalisasikan,” kata Johny kepada Cenderawasih Pos di kantor DPRP, Jumat (22/1).
Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan dengan Dirjend Otda tersebut beserta stafnya terungkap ada hal yang mekanismenya belum klir. Johny mencontohkan melalui jalur partai. Bila di Partai Politik ada yang meninggal dunia atau mengundurkan diri maka harus ada surat dari KPU terkait siapa nomor urut selanjutnya, nah ini yang belum ada. Siapa yang harus diusulkan ini yang masih jadi sandungan dan perlu dokumen pendukung. “Kira – kira seperti itu dan dalam hal ini Mendagri memang harus berhati – hati sebab jika sudah keluar maka konsekwensi hukum menanti,” tambahnya.
Namun Johny juga mendesak agar dalam waktu dekat persoalan ini sudah rampung. “Ia semoga Februari sudah rampung,” imbuhnya. Disinggung soal pihak yang harus meuntaskan itu menurut politisi Nasdem ini yang harus menangangi adalah organisasi tata laksana atau Ortal dan Kesbangpol. “Saya juga sudah minta untuk dipercepat,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *