Program Tol Laut Masih Terkendala  Jalan yang Rusak 

Dari kiri ke kanan Kepala Dinas Perhubungan kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw bersama asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timothius Demetouw dalam rapat teknis membahas hal teknis terkait rencana tibanya kapal tol laut di Pelabuhan Depapre, Jumat (22/1). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Dinas Perhubungan  terus memantapkan persiapan menjelang masuk dan  sandarnya kapal tol laut yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari 2021. Jika sehari sebelumnya, pemerintah telah melakukan uji coba penyandaran kapal, maka  persiapanya tidak sampai di situ saja. Masih ada beberapa hal teknis lain yang masih perlu dibahas bersama dengan sejumlah pihak. Baik dengan masyarakat juga termasuk dengan pemerintah itu sendiri.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Alfons Awoitauw mengatakan, secara umum persiapan saat ini sudah dilakukan dengan baik oleh pihaknya. Hanya saja masih ada masalah besar yang perlu dipecahkan bersama terkait dengan kondisi ruas Jalan Sentani Depapre yang saat ini masih rusak parah.

“Karena roh dari program ini adalah bagaimana disparitas harga ini benar benar diatasi dengan baik. Karena itu, untuk mendukung program ini bisa berjalan sesuai harapan, tentu kita harus benahi jalan  ini. Oleh karena itu kami berharap kepada pemerintah provinsi supaya segera menyelesaikan jalan ini paling tidak tahun ini,” ujarnya.

Dia menerangkan dalam rapat itu juga pihaknya bertemu dengan sejumlah kepala dinas terkait membahas bagaimana upaya dari pemerintah daerah kabupaten Jayapura agar kapal tol laut ini nanti tidak sekadar mengantarkan barang dari luar tetapi juga barang barang atau komoditas yang ada di Kabupaten Jayapura bisa dibawa keluar dengan menggunakan jasa atau laut itu. Meskipun demikian pihaknya memang mengakui sudah banyak komoditi yang sudah disiapkan untuk dibawa melalui jalur laut itu hanya saja persoalannya adalah biaya operasional untuk melewati ruas jalan yang rusak itu menjadi kendala yang cukup besar.

” Intinya kan ini bagaimana kita bisa menekan harga tetapi kalau kondisi jalan seperti ini otomatis biaya operasionalnya masih tinggi ini juga yang harus kita pikirkan bersama,” ujar Alfons.

Mantan Kepala Distrik Sentani itu juga mengatakan, pihaknya dengan sejumlah PD terkait sudah menyiapkan skema terkait dengan barang-barang apa saja yang bisa di bawa keluar dari kabupaten Jayapura melalui kapal tol laut itu. Namun apabila nantinya pada pelayaran perdana ini  tidak membawa komoditi dari kabupaten Jayapura, kemungkinan besar hal itu akan menjadi atensi pemkab Jayapura. Sehingga dalam pelayaran kedua dan seterusnya nanti sejumlah komoditi yang layak diangkut dengan menggunakan tol laut ini akan dipersiapkan dengan baik dan matang.

“Kalau sekarang memang kita belum pastikan. Tapi sejumlah pitensi yang kita miliki dari bidang perkebunan, pertanian dan sektor lainya,” tandasnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *