Alasan Komisi C Tolak Vaksin Masuk Yahukimo Mengejutkan

Ketua Komisi C, Yafet Saram (kiri) didampingi Ely Pahabol, Yance Lintamon dan Antonia Huby ketika memberikan keterangan di Swisbell Hotel Jayapura, Sabtu (23/1)

JAYAPURA – Komisi C DPRD Kabupaten Yahukimo terang – terangan menolak masuknya vaksin ke Kabupaten Yahukimo. Alasannya juga mengejutkan dimana menurut mereka hingga kini puluhan miliar anggaran saat covid tahun 2020 lalu belum dipertanggungjawabkan.
Selain itu, DPRD juga belum mendapatkan laporan resmi soal berapa warga yang terpapar covid dan sampai dimana penanganan virus ini. Sehingga mereka menganggap kabupaten terbesar di Papua ini masih dalam zona hijau.
“Bagaimana kami mau mendukung program vaksinasi sementara penggunaan anggaran yang puluham miliar juga kami tidak tahu digunakan seperti apa,” beber Ketua Komisi C, Yafet Saram, SIP didampingi anggota komisi C lainnya, Elly bahabol, Yance Ilintamon dan Antonia Huby saat ditemui di Swisbell Hotel Jayapura, Sabtu (23/1).
Kata Yafet anggaran covid di Yahukimo pada tahap pertama sebesar Rp 75 miliar sedangkan untuk tahap kedua sebesar Rp 60 miliar. Ini disebut yang terbesar di Papua dengan kondisi daerah masih berstatus zona hijau.
“Jadi kondisinya seperti ini, masyarakat di sana (Yahukimo) saja masih banyak yang bingung masker ini untuk apa. Nah penjelasan soal masker saja belum diketahui lalu tiba-tiba muncul vaksin yang semakin membuat masyarakat bingung,” jelas Yafet.
Senada disampaikan Ely Pahabol, Yance Lintamon dan Antonia Huby yang mengatakan belum saatnya vaksin masuk ke Yahukimo. Mereka meminta dinas dan pemerintah (eksekutif) memaparkan dulu soal penggunaan anggaran covid. “Kami menolak vaksin masuk sebab sampai sekarang kami belum mendapatkan laporan penggunaan meski sudah pernah meminta ke dinas terkait,” tutup Yance Lintamon. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *