Visa Turis Arab Saudi Bisa untuk Ibadah Umrah

Visa Turis Arab Saudi Bisa untuk Ibadah Umrah

Biaya Sekitar Rp 8 Juta, Bisa Berkali-Kali Masuk Saudi

JAKARTA, Jawa Pos – Berangkat umrah kini semakin mudah. Bahkan tidak harus melalui penyelanggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) atau travel umrah. Sebab visa turis (tourism) yang dikeluarkan oleh Arab Saudi bisa digunakan untuk umrah.

Tetapi untuk sementara penerbitan visa turis itu ditutup oleh Saudi. Sebab negara yang dipimpin Raja Salman itu masih membatasi masuknya warga negara asing di tengah pandemi Covid-19. Saat ini visa yang sudah diterbitkan kembali oleh Saudi diantaranya visa bisnis dan visa umrah.

Kabar bahwa visa wisata Saudi bisa digunakan untuk umrah itu diungkapkan Dewan Pembina Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara (Gaphura) Rustam Sumarna. Dia mengatakan ada dua jenis visa wisata yang dikeluarkan oleh pemerintah Saudi sejak 2019 lalu. Bebarengan dengan kebijakan pengajuan visa umrah online.

Pertama adalah visa wisata online. ’’Ini yang Indonesia dikecualikan. Karena masih banyak kasus TKI Overstay di sana,’’ katanya dalam peluncuran Gaphura di Jakarta kemarin (21/1). Visa turis online Saudi ini sama persis dengan yang diterapkan oleh Turki. Pengaju visa cukup mengakses website untuk mengajukan permohonan visa wisata.

Kedua adalah visa wisata yang prosesnya harus dilakuan secara fisik di provider. Untuk Indonesia providernya dipegang oleh VFS Tasheel. Rustam mengatakan pengajuan visa wisata secara fisik ini bisa dilakukan oleh warga negara Indonesia. Dia melihat sendiri penerbitan visa turis tersebut. Dan di bagian bawah lembaran visa ada keterangan bisa digunakan masuk Makkah dan Madinah atau umrah.

’’Proses visa wisata ini seperti pengajuan visa Schengen kalau mau ke Eropa. Memang lebih rumit ketimbang visa wisata secara online,’’ jelasnya. Sebab perlu melampirkan sejumlah dokumen. Seperti rekening koran dan dokumen lainnya. Kemudian biaya visa turis itu biayanya Rp 8 jutaan. Lebih mahal dibandingkan visa umrah yang sekitar USD 200 atau Rp 2,7 jutaan.

Tetapi Rustam mengatakan keunggulan visa turis yang berdurasi 12 bulan adalah multiple entry. Artinya bisa digunakan masuk berkali-kali ke Arab Saudi. Selain itu jika visa umrah hanya terbatas untuk masuk ke Jeddah, Makkah, dan Madinah saja. Tetapi visa wisata bisa digunakan di seluruh wilayah Arab Saudi.

’’Misalnya mau wisata ke Riyadh dahulu. Kemudian ke Jeddah lalu umrah di Makkah lalu ke Madinah bisa,’’ katanya. Untuk orang-orang kelompok ekonomi mapan, paham tata cara umrah, dan di perkotaan, tentu lebih menguntungkan berumrah dengan menggunakan visa wisata itu. Tinggal mengajukan ke VFS Tasheel secara pribadi, rombongan, atau melalui biro wisata umum, sudah bisa berwisata ke Saudi sekaligus berumrah.

Rustam mengatakan keleluasan masuk ke Saudi untuk menjalankan ibadah umrah itu tentu akan menjadi tantangan penyelenggara umrah resmi atau PPIU. Sebab dia khawatir nantinya umat Islam bisa pergi umrah tanpa harus melewati travel umrah resmi. Mereka tidak bisa apa-apa, karena itu adalah kebijakan dari Saudi.

Travel wisata umum tidak bisa disalahkan dalam hal ini. Sebab secara resmi mereka memberangkatkan wisatawan ke Saudi. Tetapi setelah sampai Saudi, para wisatawan itu melakukan deviasi wisatanya dengan melakukan ibadah umrah.

Pihak VFS Tasheel belum banyak berkomentar soal kebijakan visa turis tersebut. Dadit Gani dari VFS Tasheel membenarkan bahwa visa turis yang dikeluarkan Arab Saudi bisa digunakan untuk umrah. Tetapi dia tidak memberikan keterangan lebih lanjut.

Di website VFS Tasheel layanan pengajuan visa turis Arab Saudi untuk warga negara Indonesia sudah tersedia. Untuk pelayanannya hanya bisa dilakukan di kantor VFS Tasheel di mal Cipinang Indah Jakarta saja. (wan/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *