Sedih, Sampah Sudah Dibersihkan, Tak Lama Berselang Sudah Ada Sampah Lagi di TPS

Yang Tadinya Sekali Angkut Kini Tiga Kali Anggkut Sehari Karena Warga Buang Sampat Tidak Sesuai Jamnya. ( FOTO: Noel Wenda/Cenderawasih Pos)

Keluh Kesah Para Petugas Pengangkut Sampah di Kota Jayapura

Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab patugas kebersihan saja tapi juga masyarakat.  Apalagi untuk menjaga Kota Jayapura membuang sampah pada tempatnya saja tak cukup, tapi harus ditambah dengan membuang samapah pada waktunya,  apa kata para petugas kebersihan tersebut?

Laporan : Noel Wenda

Petugas pengangkut sampah dalam beberapa tahun terakhir harus berjibaku untuk menjadikan Kota Jayapura menjadi bersih, namun tekad tersebut belum memenuhi harapan mengingat armada yang kurang dan kesadaran masyarakat yang rendah dalam menjaga kebersihan.

Ya, sejak mulai malam, sampai pagi hari para petugas kebersihan telah jalan berkeliling kota, jalan kompleks, gang-gang untuk mengambil sampah di tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Mulai dari mereka yang bertugas dari Distrik Jayapura Utara, sampai Distrik Heram mereka harus berlomba dengan matahari demi tujuan agar Kota Jayapura bersih dari sampah sebelum matahari terbit.

Mengacu pada peraturan daerah nomor 15 tahun 2011  tentang pengelolaan sampah di Kota Jayapura mereka pun harus menelusuri beberapa tempat untuk mengangkut sampah di jam-jam  yang telah ditentukan yaitu pukul 18.00 WIT hingga 04.00 WIT agar sampah dapat diangkut saat pagi hari oleh mereka.

Namun pada kenyataannya proses aktivitas angkut mereka yang harusnya sekali jalan harus berulang kali hingga tiga kali putaran menyisir jalan untuk mengangkut sampah yang dibuang dengan jam yang berbeda oleh masyarakat setempat sehingga membuat mereka kewalahan.

“Jam yang sudah ditentukan itu pukul 18.00 WIT hingga 04.00 WIT,  tapi banyak masyarakat buang sampah di jam-jam yang diluar ketentuan, atau  pagi, siang maupun sore hari yang bikin kita angkut ulang lagi hingga tiga kali, ” Kata salah satu petugas pengangkut sampah Semresius di Kelurahan Yabansai, Kamis, (21/1) kemarin.

Petugas pengangkut sampah pun mengakui ketidaksadaran masyarakat di wilayah Distrik Heram dan secara umum di kota Jayapura yang membuang sampah tidak pada jamnya membuat timnya kewalahan dan juga kelelahan.

” Iya, ini yang membuat kami sampai beberapa kali angkut sampah, dulunya kami putar satu kali tapi sekarang sudah tiga kali terus kita harus angkut setiap sampah yang dibuang masyarakat dengan jam yang tidak pasti sehingga kami harus cek lagi dan itu kami lakukan setiap 3 kali dan ini memakan waktu sampai kadang kita buang sampah di jam-jam hingga siang hari, “katanya.

Selain itu dalam membuang sampah pun merusak pandangan kota dan membuat kota yang dijuluki kota beriman, bersih aman dan nyaman tersebut akan menjadi slogan semata karena banyak sampah yang bertebaran di pinggir jalan hingga siang hari tetapi jika masyarakat mematuhi jam waktu membuang sampah maka ketika pagi subuh sudah pagi subuh sudah bisa diangkut oleh mereka hingga dibuang ke tempat pembuangan akhir  (TPA).

Dani salah satu petugas pengangkut sampah di wilayah Jayapura juga mengaku sedih, ketika sampah di TPS sudah dibersihkan, namun tak lama berselang sudah ada lagi sampah di TPS. “ Ya, kami sedih dan kecewa sudah dibersihkan ada lagi sampah, padahal kan kalau mau buang sampah itu pukul 18.00WIT  -04.00 WIT, sudah ada aturannya.

  Sementara itu salah satu Warga Kelurahan Yabansai Maikel mengungkapkan dirinya membuang sampah pada siang hari karena melihat beberapa orang lebih dulu membuang sampah juga pada siang hari sehingga hal ini terlihat biasa karena tidak ada juga penegasan dari pemerintah lewat Satpol PP atau dinas.

“Memang benar saya buang sampah juga pada siang hari karena memang awalnya juga saya lihat dari beberapa orang yang membuang sampah pada siang hari juga kalau soal aturan saya dengar untuk buang sampah malam hari tapi karena kami lihat ada yang buang siang hari jadi kami anggap ini biasa dan memang tidak ada dinas juga atau keamanan yang kasih penegasan begitu,”ujarnya.

Dirinya pun berharap kepada pemerintah kota Jayapura untuk lebih lagi mempertegas aturan yang ada dengan memberikan sosialisasi atau sanksi tegas kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan karena menurutnya masyarakat sudah menganggap biasa membuang sampah pada siang hari yang sebenarnya dilarang oleh peraturan daerah Kota Jayapura.

“Saya dengar kota ini pernah mendapat apresiasi kebersihan (Adipura) tapi kenapa pemerintah sekarang tidak tegas soal masyarakat yang buang sampah itu pada siang hari jangan pemerintah semangat di awal saja tapi di akhir malah membiarkan, ” Kata alumni Uncen tersebut.

Dia juga berharap jika memang ingin Kota Jayapura Bersih, maka pemerintah perlu menegakkan aturan ataupun denda yang membuang sampah di luar jam yang telah ditentukan. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *