Harapkan Komitmen AS Dalam Mitigasi Pandemi Melalui Kerja Sama Multilateral

Menlu Retno Marsudi

JAKARTA, Jawa Pos – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Joe Biden dan Kamala Harris sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS). Atas kepemimpinan baru AS ini, Menlu mengaku Indonesia harapan besar pada Administrasi AS yang baru.

Ucapan selamat juga disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya yang disampaikan melalui twitter. Jokowi juga mengajak kedua negara melanjutkan kemitraan strategis. ”Tidak saja untuk kepentingan dua negara namun juga untuk dunia yang lebih baik,” tulisnya.

Menurut Retno, AS merupakan salah satu mitra strategis dan salah satu mitra terpenting bagi Indonesia. Kedua negara memiliki banyak kesamaan nilai atau shared values. Seperti demokrasi, kemajemukan, toleransi, hak asasi manusia, rule of law, dan lainnya. Dia meyakini, ke depan Indonesia dan AS dapat menjalin kemitraan yang lebih kokoh, yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan.

Lebih lanjut, Retno mengungkapkan, sebagaimana negara lainnya di dunia, Indonesia juga memiliki harapan yang besar terhadap administrasi AS yang baru. Setidaknya ada 3 hal yang diharapkan Indonesia dari AS.

Pertama, soal prinsip multilateralisme. Menurutnya, saat ini dunia membutuhkan spirit kolaborasi dan kepemimpinan global yang lebih kuat. Dunia juga memerlukan multilateralisme yang kuat dan adil. Seperti diketahui, pemerintahan sebelumnya di bawah Donald Trump cenderung lebih America First.

”Terkait dengan hal ini, komitmen dan kontribusi AS sangat diperlukan,” tuturnya dalam press briefing Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) secara daring, kemarin (21/1).

Termasuk, soal dukungan AS pada PBB untuk lebih responsif dan efektif. Serta, memperkuat WHO ditengah tantangan pandemi yang luar biasa ini. AS sendiri telah hengkang dari WHO pada secara resmi pada Juli 2020 lalu. Alasannya, Trump merasa WHO tidak transparan soal penyebaran Covid-19 di Tiongkok.

Kedua, komitmen AS terhadap pemeliharaan perdamaian dan stabilitas di dunia dan kawasan. Di tengah semakin rentannya perdamaian dan stabilitas dunia, termasuk akibat semakin meningkatnya rivalitas, Indonesia mengharapkan AS dapat menjadi motor terciptanya dunia yang lebih aman, damai, dan stabil. Termasuk soal penyelesaian isu Palestina-Israel. Indonesia mengharapkan kontribusi positif Amerika terhadap penyelesaian yang berkeadilan sesuai dengan berbagai Resolusi PBB maupun parameter internasional yang disepakati termasuk solusi dua negara.

”Indonesia juga siap bekerja sama dengan Amerika untuk mendukung proses perdamaian yang lestari dan inklusif di Afghanistan, termasuk berlanjutnya peran perempuan dalam proses perdamaian dan pembangunan di Afghanistan,” paparnya.

Di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, Indonesia mengharapkan AS untuk meningkatkan kemitraan strategis dengan ASEAN dan memperkuat sentralitas ASEAN. Tak terkecuali di kawasan Laut China Selatan. ”Akan tetap stabil dan damai jika semua negara menghormati hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982,” tegasnya.

Ketiga, peran AS dalam pembangunan tatanan ekonomi dunia yang kokoh dan berkelanjutan. Retno mengungkapkan, pemulihan ekonomi paska pandemi akan menjadi tantangan semua negara dunia. Kepemimpinan AS sangat diharapkan dalam upaya pemulihan ekonomi dunia. ”Indonesia mengharapkan Amerika dapat menjadi bagian dari upaya mendorong sistem perdagangan dunia yang terbuka, berkeadilan dan saling menguntungkan,” papar Mantan Dubes RI untuk Belanda itu.

Selain itu, Dalam tataran bilateral, Retno berharap kedu negara dapat memperkokoh Kemitraan Strategis Indonesia dan Amerika Serikat yang telah disepakati tahun 2015. Diantaranya, kerjasama ekonomi dan pembangunan berkelanjutan yang saling menguntungkan termasuk kemungkinan kedua negara memiliki Limited Trade Deal dan investasi AS di sektor infrastruktur, konektivitas dan energi terbarukan.

”Isu prioritas bilateral Indonesia dan AS lainnya adalah kerja sama ketahanan kesehatan kedua negara,” ungkapnya.

Indonesia sendiri telah mencanangkan penguatan infrastruktur ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional. Ia berharap, AS dapat membreikan dukungan melalui pengembangan kemandirian industri bahan baku obat, farmasi, alat kesehatan, kerjasama pengembangan riset dan teknologi kesehatan serta pengambangan mekanisme early warning di bidang kesehatan. Diluar kedua prioritas tersebut, kerjasama pertahanan dan keamanan lintas batas juga menjadi sala satu fokus kerja sama. (mia/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *