DPRD Pastikan Tak Ada Pro Kontra Soal Vaksin

Abisai Rollo (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo  menyatakan bahwa secara internal DPR pihaknya memastikan 28 anggota mendukung program vaksin yang sedang dijalankan oleh pemerintah. Bahkan Abisai Rollo sempat mengeluarkan pernyataan siap menjadi orang pertama yang menerima vaksin sebelum muncul isu chip atau barcode. Ketua DPR menyampaikan bahwa hingga kini DPR tetap dalam posisi memberikan dukungan agar program vaksin ini bisa menjadi satu “obat” yang memutuskan mata rantai pandemi.

“Untuk 28 anggota DPRD kami semua satu suara dengan Wali Kota, mendukung pelaksanaan vaksin dan tidak benar jika dalam internal DPR ada  pro kontra sebab ini program nasional,” kata Abisai Rollo di kantor DPR, Rabu (20/1). Ia menampik jika ada yang mengatakan tidak semua anggota DPRD mendukung program ini. Apalagi dikatakan seluruh anggota siap untuk menerima vaksin selama memenuhi kriteria untuk mendapatkan suntikan vaksin.  Meski demikian Abisai Rollo belum bisa memastikan apakah anggotanya semua siap divaksin atau seperti apa.

“Secara lembaga kami siap tapi untuk masing – masing anggota apakah siap mungkin bisa ditanyakan sebab kondisi tubuh masing – masing orang pasti berbeda,” jelasnya. Wakil Ketua I, Jhon Betaubun menyampaikan bahwa vaksin bukanlah obat namum cairan yang akan membentuk daya tahan tubuh untuk melawan virus  covid 19 yang diberikan kepada orang yang kondisi kesehatannya baik dan belum pernah terpapar covid 19. Sementara Ketua Pansus Covid 19 DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman meminta masyarakat perlu menghargai bahwa Papua tidak termasuk daerah yang diminta untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besa (PSBB) meski sebelumnya ada informasi yang menyebut seluruh daerah termasuk Papua akan dilakukan PSBB.

Ini  tak lepas dari pandemi yang masih bisa dikontrol dan masih dalam ambang kewajaran. “Namun jika semua tak mau ambil pusing maka Jayapura bisa saja dilakukan PSBB, ingat RO kita saat ini meningkat jadi jangan bikin kepala batu terus, kasihan pemerintah, kasihan petugas medis yang terus mengingatkan,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *