Lokasi Makam Kristen Hanya Bisa Bertahan Hingga Akhir Tahun

Kondisi pemakaman umum Kristen Tanah Hitam Abepura kian penuh, dalam laporan terakhir dari Dinas PUPR Kota Jayapura pemakaman kristen tersisa 3 hektar, diperkirakan lahan pemakaman akan penuh pada Desember 2021 mendatang. (GOOGLE)

JAYAPURA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Jayapura, Nofdi J Rampi mengungkapkan bahwa dari hitung-hitungannya terkait lokasi pemakaman khususnya pemakaman umum kristen yang  ada di Tanah Hitam,  kuota atau space untuk menampung jenasah di lokasi baru saat ini hanya tersisa hingga akhir tahun. Ia coba menelaah terkait luas kawasan dengan ukuran tiap jenasah dan diperkirakan lokasi makam hanya bisa menampung hingga 200 lubang makam lagi.

“Dari catatan kami rata – rata orang yang meninggal dan dimakamkan di lokasi TPU Tanah Hitam ini 5 orang perhari  sehingga kalau kami hitung kuotanya paling tidak TPU Tanah Hitam ini sudah kembali penuh hingga Desember nanti,” kata Nofdi dalam rapat dengan DPRD Kota Jayapura, Rabu (20/1).

Sebelumnya dikatakan lokasi pertama sudah lama penuh sehingga pemerintah mencarikan lokasi baru dan mendapat 3 hektar di atasnya. Hanya lokasi 3 hektar ini tidak lama lagi diyakini akan penuh. Ia khawatir jika tak segera dicarikan lokasi baru maka yang terjadi adalah makam di atas makam seperti dulu – dulu termasuk biaya pemakaman yang selangit.

“Kami tak menampik hal tersebut  karena memang terjadi, makam harganya mahal sekali dan ada yang sudah dimakamkan digali lagi,” jelasnya. Untuk harga pemakaman sesuai Perda Nomor 3 tentang retribusi jasa usaha dikatakan untuk lokasi dan galian diberi tarif Rp 1 juta namun di lapangan sering ditemukan lebih dari nilai tersebut. “Ini yang kami pikir sudah harus direvisi dan disikapi,” tambahnya. Dalam pertemuan ini Nofdi juga mendengar langsung keluhan masyarakat yang menyampaikan biaya lokasi pemakaman bisa mencapai Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.

“Kami juga berfikir untuk menyeragamkan bentuk makam, tidak ada yang buat semaunya jadi nanti ada standart,” imbuhnya. Termasuk soal lokasi pemakaman yang dikelola oleh pihak swasta namun dengan harga yang lebih mahal tentunya.

“Saya pikir ini tak masalah sebab itu memungkinkan, jadi ada lokasi makam yang dikelola pihak swasta tapi ini mungkin untuk mereka yang memiliki uang lebih. Itu mirip lokasi makam di Jakarta, San Diego  Hills yang dikelola swasta dan memang tertib,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *