RO Naik, Pansus Setuju Pemberlakuan Jam Malam

Ketua Pansus Covid 19, Yuli Rahman

JAYAPURA – Ketua Pansus Covid 19, Yuli Rahman mengaku gregetan melihat sikap warga Kota Jayapura yang hingga kini masih belum peduli, belum prihatin dengan adanya pandemi covid 19. Masih ada yang menganggap hal ini biasa – biasa saja padahal keberadaan covid membuat seluruh negara dunia pusing dan harus mengeluarkan banyak uang dalam penanganannya. Apalagi dari data terakhir Desember – Januari ternyata RO (Reproductive Number) Kota Jayapura naik  dari 0,9 di Bulan Desember menjadi 1,175  di Bulan Januari.

“Pengawasan memang harus diperketat. Saya waktu ikut sidak rasanya gregetan karena banyak yang tak patuh dan mengatakan kelonggaran yang diberikan pemerintah adalah selonggar – longgarnya. Mau pulang malam, tak pakai masker dan itu jawaban warga,” kata Yuli di ruang kerjanya, Selasa (19/1). Ini menurutnya salah kaprah mengingat pemahaman soal kelonggaran yakni diberi kelonggaran namun dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. “Mengapa dari Maret hingga Januari masih saja ada yang  terpapar, masih ada yang meninggal? Itu karena orang kepala batu ini makanya Pansus setuju dan mendukung kebijakan Pemkot jika mau dilakukan pengetatan bahkan jika diberlakukan jam malam,” tegasnya.

Ia tak menampik jika tahun 2021 menjadi tahun untuk pemulihan ekonomi namun bukan berarti semua dibebaskan tanpa menjalankan protokol kesehatan tadi. Yuli meminta warga menghargai kebijakan yang sudah diambil oleh pemerintah kota dimana pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan menutup jam 6 sore melainkan jam 10 malam. Ini satu tujuannya untuk  memulihkan ekonomi. “Tapi jika ini tidak dipatuhi ya kami setuju diberlakukan jam malam. Kalau tidak diberlakukan jam malam maka orang akan semakin menganggap semua aman dan biasa – biasa saja dan jika tidak ditindak maka kesannya ada proses pembiaran,” singgung  Yuli.

Politisi Partai Golkar ini menyampaikan bahwa Pansus sempat memberikan rekomendasi kepada Pemkot untuk mengantisipasi libur natal dan tahun baru termasuk beberapa ruas akses ruas jalan ditutup dan Satgas memberikan reward kepada Hotel Sahid yang dijadikan rumah sehat Covid. Dan yang dikhawatirkan ternyata betul terjadi dimana ada kenaikan pandemi. “Satu lagi jam malam ditetapkan pukul 22.00 WIT dan ini bukan jam 10 malam masih ada aktifitas melainkan jam 10 malam disitulah batas terakhir aktifitas warga baik yang berjualan maupun lainnya tapi yang terlihat saat ini masih ada yang beraktifitas hingga pukul 02.0 WIT dini hari, ini harus disikapi,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *