Presiden Tinjau Pengungsi Mamuju

Jokowi meninjau bangunan yang hancur di kota Mamuju akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene--FOTO : LUKAS SETPRES

BMKG Pasang Informasi Gempa di Setiap Posko

JAKARTA, Jawa Pos-Kemarin Presiden Joko Widodo bersama rombongan tiba di Mamuju, Sulawesi Barat. Kunjungannya ini setelah melihat banjir di Kalimantan Selatan sehari sebelumnya.

Dalam kunjungannya ini, presiden meninjau Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan beberapa tempat yang menjadi titik pengungsian. ”Saya datang untuk memastikan bahwa proses evakuasi, bantuan kepada masyarakat, logistik untuk pengungsi, dan tenda-tenda pengungsi terkelola dengan baik. Ini yang ingin saya pastikan dengan datang ke sini,” ujarnya di Stadion Manakarra. Stadion itu dialihfungsikan sebagai tempat pengungsian bagi para warga terdampak bencana gempa.

Presiden memastikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan bantuan dengan membangun kembali gedung-gedung pemerintahan yang roboh agar pelayanan publik dapat kembali berjalan. ”Tadi saya sudah sampaikan ke Gubernur, untuk gedung-gedung pemerintah yang roboh, setelah diaudit, nanti segera pemerintah pusat akan bangun kembali,” tutur mantan Walikota Solo itu.

Selepas meninjau posko pengungsian tersebut, Jokowi singgah di sebuah lokasi perumahan tak jauh dari Stadion Manakarra. Di perumahan itu banyak rumah warga yang ambruk akibat gempa. ”Untuk rumah penduduk yang roboh, pemerintah akan membantu untuk yang rusak berat Rp 50 juta, rusak sedang Rp 25 juta, dan rusak ringan Rp 10 juta,” ucapnya.

Di tempat lain, Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Angkie Yudistia menyatakan bantuan seperti peralatan medis, peralatan dapur, dan tenda pengungsian untuk warga yang terdampak bencana alam di sejumlah daerah terus didistribusikan. Agar bantuan logistik berjalan dengan baik dan lancar, sejumlah anggota TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu penyalurannya. ”Koordinasi terus dilakukan oleh pemerintah pusat dengan pemda setempat agar distribusi bantuan logistik ataupun fisik bisa terlaksana dan tercapai secara tepat guna dan tepat sasaran,” ucapnya.

Guna menghindari penyebaran Covid-19 di lokasi pengungsian, pemerintah sudah membangun tenda secara terpisah antara lansia dan non-lansia. Tak hanya itu, di lokasi pengungsian juga disediakan pemeriksaan rapid tes antigen untuk para pengsungsi.

Sementara itu, Kepala Pusat Seismologi Teknik BMKG Rahmat Triyono mengatakan bahwa BMKG telah memasang perangkat informasi diseminasi di setiap posko yang terdapat di Kabupaten Mamuju. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya gempa susulan. Sehingga evakuasi bisa dilakukan secepatnya.

“BMKG telah memasang perangkat informasi diseminasi yang ada di setiap posko ini, sehingga rekan-rekan yang ada di posko mendapatkan informasi sesegera mungkin, kurang lebih 2-3 menit setelah kejadian gempa bumi,” kata Rahmat.

Rahmat berharap dengan adanya pemasangan perangkat ini, informasi dari BMKG dapat tersampaikan dengan cepat dan akurat serta digunakan sebagai acuan dalam bertindak menghadapi potensi gempa susulan.

“Sekiranya memang misalnya terjadi gempa dan tidak berpotensi tsunami, hal itu dapat segera tersampaikan kepada masyarakat sekitar tempat terdampak di Kabupaten Mamuju dan sekitarnya sehingga tidak membuat keresahan yang berlebihan,” lanjutnya.

Menurut Rahmat, tren gempabumi yang terjadi di Sulawesi Barat sangat jarang sekali dan harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama. “Beda dengan Palu karena percepatan pergerakan sesarnya gempa bumi Palu dan Mamuju sangat berbeda, di Palu sekitar 35mm/tahun sedangkan di Mamuju sekitar 10-15mm/tahun. Tentunya tingkat aktivitas di Mamuju sangat jauh berbeda pergeserannya dengan di Palu,” jelasnya.

BMKG mencatat bahwa gempa susulan yang terjadi di Palu mencapai ratusan bahkan ribuan kali dalam sehari. Sedangkan Mamuju hingga hari Senin (18/1) hanya terdapat 31 kali gempa bumi dan sebagian besar tidak dirasakan. Berdasarkan data tersebut, BMKG belum mampu menyimpulkan bahwa kapan gempa susulan akan berakhir.

“Apabila trennya masih tinggi dan jumlah hari akan semakin panjang, itu artinya gempa susulannya juga akan panjang. Namun di tabel BMKG sudah menurun drastis, harapannya hal ini tidak akan berlangsung lama,” ucap Rahmat.

BMKG juga telah memasang peralatan untuk melakukan perhitungan percepatan pergerakan tanah di sekitar Mamuju serta melakukan pemetaan sebaran kerusakan. Selain itu akan dilakukan pemeriksanaan ke lapangan terhadap informasi peta guncangan yang telah dirilis apakah sejalan atau tidak.

Pada 19 Januari 2021, BNPB terus melakukan pendistribusian bantuan pascagempa M6,2 di Sulbar dengan rincian Rapid Test Antigen (SD Biosensor) sebanyak 1.000 test, tenda keluarga 17 unit, selimut 19 lembar, light tower 1 unit, genset 5 KVA 1 unit, kasur lipat Florence 20 pcs, velbed 20 unit, tenda pengungsi 2 unit, tenda pengungsi 5 unit, tenda keluarga 10 unit, selimut 250 lembar, kasur lipat 100 pcs, matras 200 pcs, sarung 250 lembar, sleeping bag 50 pcs, tenda indomaret 20 set dan tenda gulung 200 lembar.

Adapun BNPB telah melakukan pendistribusian bantuan logistik pascagempa M6,2 yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat dalam beberapa tahap atau sortie pada Senin (18/1) melalui perjalanan udara menggunakan helikopter.

BNPB mengirimkan bantuan sortie kedua yang terdiri dari 4 set tenda isolasi, 8 set tenda pengungsi, 22 paket lauk pauk, 9 paket makanan siap saji, 30 paket makanan tambahan gizi, 37.000 pcs masker kain dan 60 dus mie sagu.

Selanjutnya bantuan sortie ketiga via Palu terdiri dari 4 set tenda isolasi, 16 box tenda pengungsi, 22 koli lauk pauk, 9 koli makanan siap saji, 30 koli makanan tambahan gizi, 37 koli masker dan 60 box mie sagu.

Kemudian bantuan sortie ketiga via Mamuju terdiri dari 4 set tenda isolasi, 30 koli genset, 5 koli lampu, 20 koli velbed, 20 koli lauk pauk, 30 koli makanan siap saji, 20 koli makanan tambahan gizi, 40 koli masker, 2 box antigen dan 20 koli mie sagu.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan KRI dr. Soeharso-990 berangkat ke Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) untuk membantu korban gempa bumi di daerah tersebut. Selasa (19/1) kapal bantu rumah sakit itu sudah bersandar di Dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju. Di atas kapal itu juga ada dua helikopter TNI AL yang on board. ”Dalam rangka tugas operasi kemanusiaan,” kata Kadispenal Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono.

Berdasar data yang dipegang oleh Mabes TNI AL, kapal tersebut membawa 56 personel. Selain itu, turut pula dibawa bantuan berupa beras, gula, minyak goreng, the, kopi bubuk, obat-obatan, serta masker dan peralatan kesehatan lainnya. Ada juga bahan makanan seperti roti, daging kaleng, ikan kaleng, buah kaleng, dan susu bubuk. Turut pula dibawa bantuan berupa piring, gelas, sendok, garpu, dan wajan penggorengan.

Seluruh bantuan tersebut berasal dari donasi yang dikumpulkan oleh Komando Armada (Koarmada) II di Surabaya. ”Selain itu, (KRI dr. Soeharso-990) membawa material bangunan seperti  tiang pancang, 33 unit trafo,  alat bantu lapangan , serta pakaian dan peralatan mandi,” beber Kadispenal. Perwira tinggi bintang satu TNI AL itu menambahkan, kapal tersebut membawa material lainnya yang dibutuhkan untuk kebutuhan operasi kemanusiaan seperti tenda dan velbed.

Dari Jakarta, bantuan untuk korban gempa bumi di Sulbar juga bakal dikirimkan. Rencananya hari ini (20/1) dua kapal TNI AL yang berada di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara akan berangkat ke Mamuju. Selain itu, para prajurit TNI AL dari ibu kota juga bakal dikirim ke lokasi terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel). Mereka diberangkatkan menggunakan KRI Teluk Cirebon-543 dan KRI Teluk Mentawai-959.(tau/syn/lyn/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *