Melihat Indikasi dan Kontraindikasi Sebelum Terima Vaksin

dr. Silwanus Sumule (gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Juru Bicara Satgas Covid 19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., menjelaskan mengapa kedua pimpinan tertinggi di Papua, Gubernur dan Wakil Gubernur, tidak menjadi volunteer penerima vaksin perdana di Papua beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dr. Sumule, vaksinasi dilakukan dengan melihat indikasi dan kontra-indikasi. Jikalau seseorang memiliki kontra indikasi secara medis, maka tidak boleh dilakukan vaksinasi. Sebab, perlu diketahui bahwa beberapa syarat sebagai penerima vaksin Covid 19 adalah tidak memiliki penyakit penyerta dan belum pernah terpapar Covid 19. Sebaliknya, jikalau sudah terpapar maupun memiliki penyakit penyerta, maka tidak disarankan untuk menerima vaksin.

“Ketika kita melakukan vaksinasi, itu ada indikasi dan kontra-indikasi. Jadi, semuanya sudah kita masukkan, tapi ketika dilakukan beberapa pemeriksaan, memang mengarah kepada kita untuk tidak boleh dilakukan,” jelas dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., Jumat (15/1) lalu.

“Pemberian vaksin harus dilakukan secara teliti. Jadi, pimpinan kita kalau tidak bisa diberikan vaksin, itu bukan karena mereka tidak mau, tapi memang ada kontraindikasi secara medis untuk tidak boleh dilakukan. Dan itu tidak boleh ditabrak. (Kalau ditabrak), itu akan membahayakan keselamatan,” pungkasnya. (gr/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *