Setia Bersama Persipura dan Ingin Menjadi Pelatih di Hari Tua

Kapten Persipura, Boaz Solossa saat memegang jersey yang dipakai saat menjuarai Piala TSC 2016 lalu.

Bincang-bincang dengan Boaz Solossa Tentang Persipura dan Masa Depannya.

Seperti apa rencana masa depan Boaz Solossa di hari tuanya dan bagaimana dirinya melihat keadaan Persipura dan Sepakbola Indonesia saat ini?

Laporan: Erianto- Jayapura

Boaz Solossa merupakan pesepakbola kelahiran Sorong, yang memiliki segudang prestasi, baik klub mau pun individu. Segala prestasi bergengsi telah diraihnya, mulai dari 3 kali pemain terbaik dan 3 kali sebagai top skor.

Untuk Prestasi klub, Boaz Solossa turut berperan penting dalam empat gelar juara Liga  Indonesia bersama Persipura Jayapura. Di kancah Asia, Boaz juga pernah mencicipi babak semi final AFC Cup.

Jumat 15 Januari, Cenderawasih Pos dan Boaz Solossa melakukan bincang-bincang mengenai kiprah Boaz di atas rumput hijau dan menerawang masa depan sang Bocah Ajaib kedepan.

berikut perbincangan Cenderasih Pos bersama Boaz Solossa;

Bagaimana Boaz melihat peluang Liga 1 Indonesia, apakah bisa berlanjut atau dihentikan?.

“Kalau dari saya, dengan keadaan seperti ini, kompetisi mungkin berjalan jika sudah ada ijin dari kepolisian. Tapi kalau masih sebatas perbincang saja, tidak mungkin jalan. Penting ijin dulu, kalau ijin sudah ada dari kepolisian pasti kompetisi akan jalan,”

“Saya juga dengar-dengar informasi mungkin selesai lebaran baru jalan, cuman intinya itu kalau kepolisian sudah kasih ijin pasti sudah jalan,”

-Bagaimana menurut Boaz, aktivitas klub yang dihentikan sementara Waktu

“Dari saya awal saya tidak tahu berita ini kalau tim bubar, tapi nanti setelah berapa menit berita ini naik di Instagram klub baru istri saya memperlihatkan kabar tim bubar,”

“Saya langsung kaget tim bubar. Jadi setelah beberapa jam kemudian baru disampaikan oleh menajemen, bahwa betul kita dibubarkan sementara waktu,”

“Kita setelah terima berita itu, jadi apa yang manajemen sudah putuskan, ya kita sebagai pemain tidak punya hak melawan, kita doakan saja semoga ada kabar baik,”

-Setelah tim dibubarkan, apakah ada niat Boaz Solossa untuk mencari klub baru atau tantangan baru di luar sana. Apalagi Kontrak Boaz akan berahir di bulan Januari 2021?

“Memang batas kontrak berakhir Januari, dan juga sudah memang kewajiban dan keputusan kita mau kemana ya, tapi saya rasa sampai sekarang mungkin sebagian pemain mungkin sudah ada yang pamit, tapi saya dan Tipa dan yang stay di Jayapura dengan adik-adik lain tetap di Persipura,”

-Apakah ada tawaran dari luar saat klub dibubarkan atau aktivitas klub dihentikan?

“Kalau saya secara pribadi belum ada, karena mereka (klub) juga pasti kesulitan, dari luar negeri juga belum ada. Saya masih pemain Persipura,”

-Polemik yang melibatkan manajemen, pihak sponsor dan suporter.

“Saya rasa kita semua mau yang terbaik untuk Persipura. Kita harus sadar bahwa Persipura ini tim bersa. Kita mau yang terbaik untuk Persipura, Persipura adalah harga diri kita orang Papua,”

Liga 1 belum tentu akan digulir pada bulan Februari, dan harapan Persipura musim ini hanyalah AFC Cup. Bagaimana Boaz melihat AFC Cup?

“Kami semua pemain berharap bisa bermain di AFC. Kita susah 5 tahun menunggu, AFC ini ajang buat kita. Saya harapkan semoga ini cepat berlalu dan ada berita baik, untuk kembali persiapankan diri untuk AFC,”

Pemerintah telah menyediakan vaksin Covid-19, apakah menurut Boaz vaksin akan menjadi kabar baik untuk sepakbola tanah air dan dunia?

“Ya, kita semua berharap, setelah adanya vaksin Covid-19, dan bisa berjalan dengan baik pasti liga akan jalan,”

-Boaz saat ini sudah berusia 34 tahun, apakah sudah ada rencana kapan akan gantung sepatu?

“Kalau saya masih dibutuhkan di tim, saya akan terus bermain untuk Persipura hingga waktunya pensiun, tapi kalu tim sudah tidak butuhkan, mungkin ke tempat lain,”

-Apakah ada rencana gantung sepatu bersama Persipura. Atau masih ada niat di penghujung karier untuk mencari tantangan baru?

“Kalau tim pertahankan sampai pensiun, saya akan di sini (Persipura) sampai pensiun. Karena mungkin, bicara Persipura tugas kami harus sudah bisa munculkan junior dulu, itu yang kita munculkan dulu baru memikirkan pensiun,”

-Setelah pensiun, apakah Boaz akan meninggalkan dunia sepakbola, atau tetap berkarier di dunia sepakbola, mungkin sebagai pelatih?

“Saya sudah mengambil lisensi kepelatihan, mungkin langkah yang kita sudah ambil, pasti mengarah ke situ. Apalagi pengalaman yang kita punya sekarang ini, kalau kita tidak bagikan kita berdosa juga karena kita punya pengalaman yang banyak,”

“Saya juga rencana ingin buat SSB setelah pensiun, karena kalau bukan kita yang mau lihat adik-adik atau regenerasi kita siapa lagi. Mungkin bukan hadi pelatih hebat, tapi mengorbitkan pemain-pemain hebat,”

-Saat nanti jadi pelatih, siapa yang ini menjadi tandem Boaz, apakah Ricardo Salampessy, Yustinus Pas, atau Ortizan Solossa?

“Saya serahkan kepada Tuhan, kalau Ricardo sudah duluan, dan mau panggil saya dengan Tipa bisa juga. Kalau dengan kaka Ortizan, nanti Tuhan yang mengarahkan dengan siapa saya melatih,”

-Apakah ada pesan dari Boaz untuk para pemain muda atau regenerasi Persipura kedepannya. Karena kita tahu, pemain muda banyak yang hanya setahun bersama Persipura kemudian hilang?

“Pesan saya untuk generasi muda yang ada di Papua, mereka jangan cepat puas. Karena pemikiran mereka itu yang penting mereka ada di dalam tim (Persipura). Ini banyak terjadi, yang penting mereka ikut seleksi dan masuk dalam tim. Dan itu dua sudah rasa cukup, dan itu cuman 1 tahun putus dan itu terjadi, numpang lewat, 1 tahun ikut tim tidak buat apa-apa,”

“Harusnya mereka bertanya kepada seniornya, kaka bagaiamana edu, target itu harus lebih dari Boaz lebih dari kk ian, dan Tipa itu yang harus ada dalam benak mereka. Tapi yang sering terjadi itu, saya sering komunikasi dengan coach Alan, kalian ini anak2 muda malu sama senior, kalau perlu latihan pagi sore, libur kalian harus tetap menambah latihan, tanya senior bagimana merka dulu latihan. Tapi itu kembali kepada mereka.

“Jadi pesan saya untuk mereka ini, bermain untuk Persipura itu harus pakai hati. Jangan pikir yang lain-lain. Harus cinta Persipura dulu, karena kalau mereka main dengan cinta, uang dan segalanya sudah ada di belakang,” (***).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *