Liga 1 Lanjutkan atau Dihentikan?

Ridwan Bento Madubun (Foto :Erik / Cepos)

Persipura Jayapura

JAYAPURA – PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) bersama kontestan Liga 1 dan 2 menggelar rapat secara daring pada Jumat (16/1). Rapat secara daring itu dilakukan untuk membahas nasib kompetisi sepak bola Indonesia (Liga 1 dan Liga 2).

Dalam rapat tersebut menghasilkan enam poin penting. Poin pertama, mayoritas klub Liga 1 mengusulkan pembubaran Liga 1 2020. Poin kedua yaitu mengusulkan digelarnya liga musim baru 2021 dengan proyeksi penyelenggaraan pada Maret-November 2021.

Poin ketiga hadir dari usulan PSM Makassar yang mengusulkan penghapusan sistem degradasi untuk Liga 1 musim 2021. ‘Usulan tersebut didukung oleh Barito Putera, Borneo FC, Persita Tangerang dan PSS Sleman.

Poin keempat ialah, PT Liga sudah mengajukan permintaan lima ribu paket vaksin kepada pemerintah. Vaksin tersebut nantinya akan dibagikan untuk klub liga 1.

Selain itu, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia Baru akan digelar Februari atau Maret 2021. Sementara poin keenam yakni hasil pertemuan tersebut akan diteruskan ke Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk segera ditindaklanjuti.

Tapi asisten Manajer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun, mengaku, bahwa rapat tersebut baru sekedar usulan dan bukan putusan soal nasib kompetisi (Liga 1).

“Rapat kemarin tidak memutuskan apapun, LIB hanya meminta pendapat klub terkait kompetisi, selanjutnya akan disampaikan ke PSSI, dan PSSI lah yang nantinya memutuskan,” ungkap Bento sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (17/1).

Tapi Bento menyarankan, agar semua pelaku kompetisi Liga 1 maupun Liga 2 tak hanya sekedar membahas soal usulan saja, tapi harus fokus menentukan kompetisi lanjut atau tidak.

“Saran kami sebaiknya fokus pada 1 hal dulu, kompetisi berhenti atau bagaimana? Jangan usulkan apa-apa dulu, biar PSSI putuskan kompetisi dulu,” ujar Bento.

“Kalau ini sudah diputuskan baru selanjutnya pikirkan yang lain, jadi jangan tumpang tindih. Kita sudah sampaikan kemarin di rapat, kalau kita waras harusnya kompetisi dihentikan,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *