Jangan Mempolemikkan Persoalan Vaksin Lagi

Ir H Rustan Saru MM ( FOTO:Gamel/cepos)

Rustan Saru Minta Tanya ke Dokter Bukan Tanya di Media Sosial

JAYAPURA –  Keberadaan vaksin Sinovac yang mulai  disuntikkan kepada para pejabat dan tenaga kesehatan di Papua dan Kota Jayapura hingga kini masih menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Ada yang mendukung program vaksin namun banyak  juga yang memilih menolak. Informasi terkait vaksin diakui hingga kini masih sangat minim diketahui alhasil publil mencaritahu sendiri dan informasi yang diterima akhirnya ditelan dan dianggap sebuah kebenaran.

Terkait ini Wakil Wali Kota Jayapura, Ir H Rustan Saru MM meminta masyarakat untuk jangan mempolemikkan program vaksin. Rustan menegaskan bahwa biarlah dirinya dulu yang menerima vaksin untuk membuktikan ke masyarakat bahwa ini aman. “Tidak mungkin pemerintah menginginkan rakyatnya susah, tidak mungkin pemerintah membunuh rakyatnya jadi biar saya lebih dulu dan jangan lagi dipolemikkan,” kata Rustan Saru di Entrop, Kamis (14/1). Dikatakan ketika awal Covid masuk pada Maret 2020 banyak yang mendesak untuk dicarikan obatnya.

Akhirnya dimulai dengan tes rapid dan banyak yang berlomba – lomba melakukan rapid. Namun belakangan rapid ditiadakan dan hanya diperbolehkan lewat swab. Yang terakhir adalah diberlakukan tes antigen karena tes rapid dianggap tak lagi bisa menjawab adanya indikasi covid.  Nah saat ini seiring penelitian yang dilakukan muncullah vaksin tapi  karena minimnya pemahaman akhirnya banyak penolakan. Disini Rustan memaparkan bahwa angka terakhir hingga Kami kemarin tercatat ada 6418 yang terpapar dan 5959 yang sembuh kemudian sebanyak 343 pasien yang dirawat dan 116 jiwa meninggal.

Lalu khusus untuk Desember 2020 ternyata mengalami penurunan dimana setiap hari rata – rata 18 orang yang terpapar namun hingga pertengahan Januari ini jumlah tersebut   naik menjadi 23 orang yang terpapar setiap hari. “Artinya libur kemarin penyebaran covid meningkat dan yang menyedihkan lagi pada Desember  2020 tercatat ada 12 yang  terpapar sedangkan Januari ini 12 yang terpapar ini hanya membutuhkan waktu 13,” bebernya. Rustan menyebut adanya vaksin perlu disambut positif sebab ini hasil riset yang disetujui oleh Balai POM dan MUI sudah mengeluarkan fatwa termasuk IDI yang mengatakan bisa digunakan dan jangan dipolemikkan lagi.

“Saya pikir jika masyarakat bingung maka sebaiknya bertanya langsung ke dokter atau tim Satgas, jangan bertanya di media sosial karena banyak yang pengetahuannya setengah setengah namun tiba – tiba menjadi dokter dadakan. Jadi jangan tanya di medsos, tanya dokter langsung saja, toh sudah ada call centrenya,” pungkas Rustan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *