Fokus Big Data dan Wisata Aman Covid-19

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi X DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Rapat membahas program program unggulan Kemenparekraf. FOTO: HENDRA EKA/JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos – Menjabat sejak Desember 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Jumat (14/1) memenuhi undangan rapat kerja perdana dengan Komisi X DPR. Sandi, sapaan akrab Sandiaga, menjelaskan rencana program kementeriannya menghadapi 2021.

Dua hal yang ditonjolkan Sandi adalah soal big data dan akselerasi pariwisata selama pandemi. Soal big data, Sandi mengungkapkan bahwa hal itu merupakan inovasi untuk mengembangkan pariwisata dalam negeri. Dengan big data, Sandi merasa bakal lebih mudah untuk membuat materi promosi pariwisata lokal, yang sesuai dengan segmentasi dan target.

”Dengan big data, saya bisa meminta melakukan pendekatan segmented dan targeted untuk saya mau pasang promosi, misalnya orang berusia 19 sampai 23 tahun,” jelas Sandi kemarin. Dia berharap seluruh stakeholder bisa aktif terlibat dalam penyediaan big data itu. Terutama untuk menyiapkan lima destinasi superprioritas 2021.

Sandi mendorong inovasi cepat dilakukan juga untuk menyiapkan pariwisata selama pandemi. Akselerasi pariwisata yang terdampak pandemi juga bertujuan untuk pemulihan ekonomi. ”Kami telah menetapkan quick win atau capaian cepat 2021 untuk akselerasi pemulihan parekraf dan menurunkan lonjakan kasus,” lanjutnya.

Upaya penurunan lonjakan kasus ini juga menjadi perhatian Kemenparekraf. Harapannya, jangan sampai pariwisata justru menambah risiko pertambahan kasus positif Covid-19. Beberapa upaya yang akan dilakukan antara lain pengendalian jumlah pengunjung maksimum atau crowd control secara digital, sertifikasi CHSE (cleanliness, health, safety and environmental), dan penambahan daya tarik wisata agar konsentrasi wisatawan tidak hanya di satu tempat.

Merespons Sandi, anggota Komisi X DPR dari FPDIP Sofyan Tan menilai isu CHSE seharusnya bisa diterapkan kapan pun, tidak hanya karena masa pandemi. Anggota lainnya dari Fraksi Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mendukung penerapan big data. ”Terkait big data saya kira kita akan dukung penuh. Karena ini salah satu kunci bisa membuat kebijakan dengan dana kecil bisa tepat sasaran,” ujarnya. (deb/c9/bay/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *