Sebar Hoaks Vaksin, Dijerat UU ITE

Kombes Pol AM Kamal (Foto:Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Polda Papua menegaskan bahwa penyebar hoax soal vaksin Covid-19 di Papua bakal dijerat dengan Undang-undang ITE. Sehingga itu, warga diminta tidak menyebarkan apapun yang nantinya membuat orang lain ketakutan.
“Kalau kedapatan ada yang sebarkan hoaks akan disangkakan UU ITE, Tim Cyber Polda Papua tetap melakukan pemantauan. Selain itu, anggota rutin melakukan sosiliasi di lapangan,” ucap Kamal kepada Cenderawasih Pos, Jumat (15/1).
Menurut Kamal, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan adanya berita hoax soal vaksin Covid-19. Untuk mengantisipasi penyebaran hoax, anggota di lapangan rutin melakukan sosialisasi ke masyarakat.
“Vaksin itu sudah terdaftar di BPOM dan MUI. Jadi tidak ada alasan untuk seseorang tidak melakukan vaksin. Dengan melakukan vaksin, mereka turut menjaga diri mereka sendiri dan menjaga orang lain,” kata Kamal.
Selain itu lanjut Kamal, TNI-Polri siap mengawal dan mengamankan vaksin mulai dari provinsi ke kabupaten hingga ke tingkat distrik dan pelaksanaan vaksin itu sendiri.
“Kita sudah instruksikan kepada seluruh Polres jajaran untuk melakukan pengawalan serentak guna memastikan bahwa vaksin itu sampai kepada sasaran dan digunakan pada mereka yang membutuhkan,” ucap Kamal.
Sementara daerah yang memiliki gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB) bakal mempertimbangkan situasi Kamtibmas dan perlunya komunikasi dengan pemerintah setempat.
“Wilayah yang ada gangguan KKB akan dikawal, yang terpenting ada komunikasi dari penyelenggara kepada Polres setempat,” tegasnya.
Kamal juga menegaskan warga yang ingin mengetahui atau mendapatkan informasi vaksin harus pada orang yang berkompoten. Hal ini agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat. (fia/nat)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *