Vaksin Nakes Sudah Tiba di 3 Kabupaten/Kota

TERIMA VAKSIN: Petugas Dinkes Kota Jayapura saat mengecek vaksin Covid-19 yang diterima dari Dinkes Provinsi Papua, Rabu (13/1). (FOTO: Dinkes Provinsi Papua for Cepos)

JAYAPURA- Setelah tiba dan diterima Pemerintah Provinsi Papua, 14.680 vaksin didisitribusikan lagi ke kabupaten/kota. Hal ini berdasarkan edaran Kementerian Kesehatan bahwa di tahap pertama, termin pertama, di Januari ini, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dilakukan di ibukota provinsi dan kabupaten/kota yang berbatasan dengan ibukota provinsi.
Untuk Papua, terdapat 3 kabupaten/kota yang mendapatkan jatah vaksin. Adalah Kota Jayapura sebagai ibukota provinsi, serta Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Mimika yang berbatasan dengan Kota Jayapura.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes., menyebutkan bahwa distribusi vaksin dari tingkat Pemerintah Provinsi Papua ke tiga kabupaten/kota ini telah dilakukan, Rabu (13/1) kemarin.
Adapun pembagiannya, dari total 14.680 vaksin yang diterima Pemerintah Provinsi Papua, Kota Jayapura mendapat 7.560 vaksin, Kabupaten Jayapura mendapat 2.720 vaksin, dan Kabupaten Mimika mendapat 2.320 vaksin. Sedangkan sisa vaksin disimpan di Cold Room Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
“Di Mimika, Kabupaten Jayapura, dan Kota Jayapura vaksinnya sudah tiba. Karena dikirim kemarin (Rabu, 13/1),” ungkap dr. Aaron Rumainum, M.Kes., Kamis (14/1) kemarin.
Namun, alokasi vaksin bagi masing-masing kabupaten/kota ini belum sinkron dengan tenaga kesehatan yang terdaftar sebagai penerima vaksin di tahap pertama vaksinasi ini.
Menurut dr. Rumainum, vaksinasi dilakukan bagi tenaga kesehatan yang telah mendaftar terdata dalam Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK).
“Tenaga kesehatan terdaftar di Kota Jayapura baru 750 saja. Kemudian, di Mimika, yang mendaftar ada 1.100 tenaga kesehatan. Sedangkan di Kabupaten Jayapura ada 550 tenaga Kesehatan yang telah terdaftar,” terangnya.
“Mimika ini jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar itu hampir seimbang dengan dosis vaksin yang didistribusikan. Tinggal kita genjot Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura saja, karena ini bagian dari menguatkan tenaga kesehatan,” tambahnya.
Hal yang sama disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Arry Pongtiku, MHM., yang melihat masih kurangnya pendaftar penerima vaksin dari tenaga kesehatan.
“Tentu yang sekarang saya lihat dalam persiapan vaksin ini, datanya masih kurang banyak. Contoh yang paling simpel, tenaga kesehatan ini masih banyak (yang belum mendaftar), seperti di Kota Jayapura yang baru 700-an. Ini harus lebih banyak lagi karena target kita itu 7.000 tenaga kesehatan (yang divaksin),” jelas dr. Arry Pongtiku, MHM.
Oleh karenanya, dr. Pongtiku berharap, momentum launching vaksin perdana di Papua, yang mana dilaksanakan pada Jumat (15/1) hari ini, data tenaga kesehatan yang mendaftar itu bisa meningkat.
“Saya harap, setelah launching (pada 15 Januari hari in), tenaga kesehatan yang mendaftar sebagai penerima vaksin di tahap pertama vaksinasi ini bisa terus meningkat, sehingga meningkat pula kepercayaan dari proses vaksinasi setelah launching,” pungkasnya. (gr/nat)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *