Pemahaman Soal Kebersihan Terus, Semua Pihak Dminta Ikut  Jaga Terminal

Terminal tipe B Waena yang mulai beroperasi sejak 4 Januari lalu. Semua pihak diminta untuk tetap menjaga kebersihan dan ketentraman terminal tersebut. ( FOTO: Noel Wenda)

Mengintip Keberadaan Terminal Tipe B Waena Setelah Diresmikan

Kehadiran Terminal tipe B di Waena cukup banyak memberikan ketertiban kendaraan yang awalnya semrawut dan tak beraturan kini mulai terlihat rapi di Waena. Bagaimana kondisi terminal tersebut?

Laporan: Noel Wenda

Kehadiran Terminal tipe B Waena khususnya untuk trayek JI, J2,  Waena- Abe,  juga kendaraan jenis Starwagon Sentani -Abe sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan akses layanan transportasi.

Pengoperasian terminal tipe B Waena dengan Jam  beroperasi 06.00 WIT banyak sopir yang sudah mulai paham,  para sopir pun berharap terminalnya dapat dijaga bersama-sama, pasalnya terminal tersebut memberi kenyamanan, keamanan, untuk mendapatkan atau memilih moda transportasi yang diinginkan.

“Ini baru namanya terminal, tidak kaya di Expo kami harap ini terus dijaga kebersihannya dan juga setiap usaha yang ada di pinggir terminal perlu ditata lagi jangan seperti yang ada di Expo,” kata salah satu penumpang Sentani-Abepura Lepinus.

Selain itu, dalam pengoperasian terminal tersebut ada juga sejumlah kendala yang perlu dibenahi oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Perhubungan, baik itu peningkatan personel sekuriti untuk menjaga tempat tersebut, petugas kebersian hingga penataan lalu lintas di jalan masuk Sentani- Waena yang cukup berbahaya karena belum adanya pembatas jalan dan rambu-rambu lalu lintas di jalan masuk terminal tersebut.

Penumpang lainnya Deny Muchlis menuturkan jika punya terminal baru maka perlunya diikuti dengan tertib dan disiplin baik penumpang maupun sopir taksi.  Artinya tidak ada lagi yang mengangkut atau menurunkan penumpang di dekat terminal. “ Biarkan semuanya masuk ke terminal, dan jangan membiasakan diri tunggu di luar terminal dan berharap taksi berhenti di luar untuk ambil penumpang, ini yang tidak boleh” harapnya.

La Ode Yasis Ketua Sopir Jalur JI J2 mengaku bersukur dan berterimakasi karena dapat menjawab pergumulan mereka selama ini terkait terminal. “Kami dukung Pemda dan akan tegakkan aturan di terminal,” latanya.

Pihaknya pun mengajak kepada seluruh masyarakat dan juga para sopir untuk bersama-sama menjaga terminal tersebut dari sampah keamanan dan juga menjaga keadilan dalam mengangkut penumpang yang sesuai dengan rute yang ada serta meminta kepada pemerintah untuk bekerjasama dalam pengontrolan kendaraan agar tidak melakukan penambahan kendaraan karena terlalu banyaknya kendaraan di wilayah Abepura sehingga banyak sopir dan tidak mendapat penghasilan yang baik.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papuan Reky Ambrauw menegaskan  bahwa pihaknya akan tegas kepada siapapun yang melakukan tindakan merugikan. Seperti membuang ludah pinang sembarangan, minum-minuman keras di terminal atau dijadikan tempat bermain judi.

“Kami akan benar-benar tegas kepada siapapun yang minum-minuman keras di terminal, main judi, atau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.  Kami akan tegas dan bekerjasama dengan pihak keamanan,”katanya.  (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *