Keamanan Pasar Jibama Perlu Dibahas Bersama

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM saat memberikan imbauan kepada masyarakat untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban di Pasar Jibama Wamena, Rabu (13/1) kemarin. (FOTO:Denny/Cepos)

WAMENA-Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen, S.Sos. MM mengungkapkan bahwa untuk pengamanan di Pasar Jibama Kabupaten Jayawijaya akan dibahas bersama antara Kepolisian, Satpol PP, Disnakerindag dan Asosiasi Pedagang pasar.
Namun untuk memberikan kenyamanan bagi warga atau pelaku ekonomi (pedagang) Pasar Jibama, pihaknya sudah memberikan bantuan tambahan personel dari Dalmas Polres Jayawijaya.
“Kami sudah berikan penguatan dari Dalmas sehingga Pasar Jibama yang masuk ke wilayah hukum Polsek Wamena Kota seperti biasa, tapi ada penguatan dari Dalmas yang piket untuk patok (menempati.red) di Pospol Pasar Jibama,”ungkapnya Kamis (14/1) kemarin.
Menurut Kapolres, dari hasil komunikasi dengan para pelaku usaha di pasar tersebut, ada kesepakatan untuk mulai pukul 19.00 WIT tak ada lagi aktifitas masyarakat dalam pasar itu. Warga yang tak berkepentingan dalam pasar itu diimbau untuk segera meninggalkan pasar dan tak boleh ada yang berkeliaran dalam pasar itu.
“Mobil Binmas kita stand by-kan di Pospol untuk memberikan imbauan agar pukul 19.00 WIT tak ada lagi aktifitas apapun dalam pasar itu, pintu pagar ditutup dan segala macam aktifitas berakhir,” ujarnya.
Kapolres juga bakal melakukan koordinasi dengan Disnakerindag, Satpol PP Jayawijaya agar menindak lanjuti perlunya penempatan Satpol PP di Pasar Jibama yang berada di unsur terdepan saat polisi memberikan backup kepada mereka, sehingga bakal dilakukan rapat di Polres Jayawijaya dengan Asosiasi pasar, Disnakerindag dan Satpol PP.
Kata Rumaropen, rapat ini untuk melihat kekurangan dari pasar itu seperti ada beberapa jalan tembus ke pasar dari belakang, seperti jalan tikus, memang hasur ditutup. Sebab para pelaku kejahatan ini selalu masuk dengan leluasa ke dalam pasar itu dari arah belakang, apabila mereka melakukan kejahatan mereka juga bisa lari dengan bebas ke arah kampung yang ada di belakang Pasar Jibama. Sementara polisi yang bertugas di Pospol hanya 3 sampai 4 orang.
“Di Pospol Jibama itu perlu ada pengamanan bersama, oleh karena itu kita akan rapatkan beberapa unsur terkait karena sebelumnya saya sudah lakukan koordinasi dengan Bupati Jayawijaya dan beliau sudah menaruh perhatian, sehingga segala hal yang kurang dalam pasar itu nanti Disnakerindag yang menyampaikan kepada Bupati terkait dengan kenyamanan lingkungan pasar seperti apa,”jelasnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *