Kali Anafre Masih jadi “Tempat Sampah”

Kondisi bagian atas Kali Anafre yang banyak ditemui sampah plastik terlihat dari Jembatan Klofkam, Kamis (14/1). Sampah – sampah ini merupakan buangan warga yang tinggal disepanjang bantaran kali tersebut. (Foto: Gamel Cepos)

JAYAPURA – Visi misi misi pemerintah soal kebersihan sudah jelas, begitu juga dengan statemen tegas dari pemerintah terlebih Wali Kota Jayapura terkait sampah. Hanya saja hingga kini masih banyak warga yang belum paham bagaimana membuang sampah pada tempatnya. Lokasi – lokasi yang harusnya steril malah dijadikan tempat sampah. Satu yang masih nampak adalah Kali Anafre di Kloofkam Jayapura.
Dilokasi ini jika dilihat dari pinggi jalan terlihat jelas tumpukan sampah botol dan plastik yang nyangkut di bebatuan. Kondisi ini diperparah dengan masih adanya toilet atau WC yang langsung terhubung dengan kali. Artinya kotoran yang dibuang langsung bersentuhan dengan air kali. “Tidak bisa disangkal lagi bahwa sampah – sampah ini berasal dari rumah penduduk yang tinggal disepanjang bantaran kali. Kami sering sampaikan bahwa dimana ada manusia disitu pasti ada sampah dan tidak mungkin sampah kain, sampah kursi, jaket dan botol ini jatuh dari langit,” kata Marcel Mauri salah satu penggiat lingkungan di Jayapura saat mengecek Kali Anafre, Kamis (14/1).
Sampah – sampah dari atas ini yang menurutnya akan bermuara di Jembatan Anafre atau yang berhubungan langsung dengan laut di samping Kantor DPR Papua. “Kontribusinya jelas, salah satunya dari hulu sini. Banyak sampah – sampah yang tersangkut dan jika airnya naik,” tambahnya. Marcel dkk juga mendapati adanya MCK yang langsung terhubung dengan kali. “Kami pikir ini masih tengah kota dan seharusnya pemahaman masyarakatnya jauh lebih baik tapi sama saja, masyarakat kita masih banyak belum paham dimana harus membuang sampahnya. Menyusahkan saja kalau begini,” singgung Ronie diiyakan Marcel. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *