Jangan Risau dengan Vaksin!

Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., berbincang – bincang dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari, di Entrop, Kamis (14/1). (FOTO:Gamel/Cepos)

13 Puskesmas di Kota Jayapura Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19

JAYAPURA–Setelah sebelumnya dr Aaron Rumainum dari jajaran Dinas Kesehatan Provinsi Papua menjadi manusia pertama di Papua yang merasakan perdana suntikan vaksin Sinovac, untuk jajaran di Pemerintah Kota Jayapura tercatat dalam list nama Ir. H. Rustan Saru yang akan maju pertama.
Rustan Saru juga masuk dalam 10 pejabat di Provinsi Papua yang akan menerima vaksin namun untuk di Kota Jayapura ia berdiri paling depan.
Ia sendiri menyatakan sangat siap meski sebelumnya akan dilakukan sejumlah tes kesehatan sebagai syarat wajib untuk memastikan kondisi kesehatan apakah layak menerima vaksin atau masih harus menunggu. “Besok masih dites dulu kan banyak aturannya. Termasuk cek tekanan darah lalu setelah divaksin paling tidak menunggu 30 menit sambil melihat reaksi pasca vaksin tapi pada prinsipnya saya sangat siap untuk divaksin,” kata Rustan Saru saat ditemui di Entrop, Kamis (14/1).
Rustan Saru mengaku tak terlalu risau dengan vaksin. Karena ia meyakini ini untuk membantu dalam situasi pandemi. Kaitannya ada pada memperkuat imun tubuh untuk lebih tahan terhadap covid namun jika terpapar kondisinya tidak terlalu berat.
Ia juga menyatakan sudah siap dengan segala dampak apakah tubuhnya menimbulkan bekas, terlihat memerah ataupun demam karena setiap vaksin dipastikan ada dampak bagi tubuh.
“Dulu waktu kecil kita juga sudah divaksin apakah itu Campak, Cacar, Polio dan imunisasi dan pasti ada dampak, ada reaksi apakah bercak, merah maupun demam tapi ini juga tergantung daya tahan tubuh, saya pikir tidak masalah,” tambahnya.
“Kami berharap vaksin yang sudah disetujui termasuk oleh MUI bisa lebih membantu. Hampir 12 bulan Covid belum selesai termasuk masih ada pasien yang meninggal sehingga butuh kesadaran bersama dimana kalau ditanya kenapa divaksin, saya pikir ini ini untuk menambah imun, kekebalan tubuh dan tidak hanya melindungi diri tapi juga orang lain,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr Ni Nyoman Sri Antari menyampaikan bahwa untuk pencananganya akan digabung dengan provinsi dan yang sudah menerima vaksin akan melakukan testimoni.
Tujuan vaksinasi menurutnya agar tidak terinfeksi namun kalaupun terpapar kondisinya tidak terlalu berat karena sudah tervaksin. “Saya pikir semua sudah disiapkan dan ada sejumlah pejabat dan tokoh yang akan menerima. Soal vaksin tentu memiliki dampak pada tubuh tapi disitulah pentingnya pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu dan jangan terlalu takut dengan vaksin sebab semua sudah diperhitungkan,” imbuhnya.
Pemkot Jayapura dalam hal ini Dinkes Kota Jayapura menurut dr. Sri Antari, sudah siap melakukan vaksinasi kepada tenaga medis di 13 Puskesmas di Kota Jayapura. Dimana setiap Puskesmas ada 5 petugas yang disiapkan terdiri 2 petugas untuk melakukan penyuntikan vaksin, 1 dokter dan 2 tenaga pelapor data dan informasi. “Saat ini mereka masih kami latih sampai hari Jumat ini. Kemudian nantinya setelah itu baru kita siap lakukan vaksinasi,” jelasnya.
Dijelaskan, pemberian vaksinasi kepada tenaga medis di setiap Puskesmas untuk meyakinkan masyarakat bahwa penyuntikan vaksin Covid- 19 ini aman untuk tubuh dan kesehatan. Sehingga vaksin diberikan pertama kali kepada tenaga medis selaku garda terdepan dalam menolong dan merawat pasien Covid-19.
Mengenai jumlah tenaga medis di Puskesmas, dinas kesehatan maupun rumah sakit yang akan divaksin, menurut dr. Sri Antari berjumlah 834 orang. Namun data ini akan diverifikasi kembali karena dalam pemberian vaksin harus terlebih dahulu dicek riwayat dari masing-masing tenaga medis. Apakah ada yang mempunyai riwayat penyakit yang masih diderita sampai saat ini. Karena vaksinasi ini tetap mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI.
“Kami berikan vaksin juga tetap ikuti aturan dan petunjuk dari pusat yang menerima vaksin harus benar-benar sehat tidak boleh ada penyakit penyerta,” tegasnya.
Kota Jayapura sendiri mendapatkan jatah vaksin sebanyak 7.560 dan paling banyak dibanding Kabupaten Jayapura sebanyak 2.720 vaksim dan Kabupaten Mimika sebanyak 2.320 vaksin.
Dirinya mengingatkan masyarakat yang nantinya tidak mau divaksin tentunya nanti akan menangung risiko besar bisa tertular dan menularkan virus Corona. Walaupun demikian, saat ini belum ada aturan yang sah bagi masyarakat yang tidak mau divaksin, termasuk tidak akan diberikan sanksi atau denda.
Secara terpisah bertindak sebagai Ketua Pelaksana Launching Vaksin Covid 19 Provinsi Papua di RSUD Jayapura, Jumat (15/1) hari ini, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jayapura, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K)., menyebutkan bahwa pihaknya bersama Satgas Covid 19 Provinsi Papua telah bekerja sama untuk mempersiapkan agar kegiatan vaksinasi perdana itu bisa sukses terlaksana dengan baik.
“Semuanya baik. Tim medis juga semuanya siap. Jadi, kita akan melaksanakan kegiatan di RSUD Jayapura, berdasarkan hasil pertemuan dengan Tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua dan organisasi profesi,” jelas dr. Silwanus Sumule, kepada Cenderawasih Pos, Kamis (14/1) kemarin.
Kata dr. Sumule, kegiatan ini dilaksanakan di RSUD Jayapura berdasarkan arahan dari Kemenkes. Hal ini juga untuk merespon secara cepat jika terjadi sesuatu atau apapun yang berkaitan dengan vaksinasi yang dilakukan.
“Karena memang arahan dari Kemenkes itu (vaksinasi) harus dilaksanakan di rumah sakit. Juga, kalau terjadi sesuatu atau apapun itu, karena memang kemungkinan itu bisa terjadi, sehingga kita sudah siap dengan semuanya,” katanya.
Launching vaksin perdana di Papua akan dilaksanakan di RSUD Jayapura, dimulai pukul 10.00 WIT pagi, Jumat (15/1) hari ini. Kegiatan akan diawali dengan ucapan selamat datang dari Direktur RSUD Jayapura, sambutan Gubernur Papua, doa bersama, dan pemberian vaksin bagi 14 pimpinan dan tokoh Papua yang sudah bersedia divaksinasi.
“Sesuai juknis Kemenkes, begitu mereka divaksin, maka kita akan pantau selama 30 menit apakah ada gejala atau side effect dari pemberian vaksin. Jadi, semuanya sudah dipersiapkan, baik dari Tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua maupun tim dari RSUD Jayapura, yakni hal-hal yang dibutuhkan untuk suksesnya kegiatan esok hari (hari ini). Mohon doanya sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes, menjelaskan table flow dari vaksinasi yang dilakukan.
Katanya, setelah mendaftar, calon penerima vaksin akan menerima SMS Blast dari sistem vaksinasi Covid-19 yang dikontrol Komite Penanggulangan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.
“Peserta akan diminta registrasi ulang dengan mendapat pertanyaan seperti sudah pernah sakit Covid-19, memiliki komorbid, sedang dalam kondisi hamil atau tidak, dan bersedia divaksin. Setelah registrasi ulang diselesaikan, calon penerima vaksin akan mendapat lagi SMS Blast yang menujukkan informasi waktu dan tempat vaksinasi dilakukan, disertai e-ticket,” jelas dr. Aaron Rumainum.
Peserta lalu datang ke tempat vaksinasi dan diminta untuk mencuci tangan, diukur suhu tubuhnya dan tunggu dalam antrean, sebab, vaksinasi dilakukan dengan penerapan prosedur protokol kesehatan.
“Setelah mengantre, calon penerima vaksin masuk ke meja pertama, menunjukkan KTP dan e-ticket. Tenaga vaksinator di meja pertama akan verifikasi data KTP dan e-ticket dengan aplikasi P-Care BPJS Kesehatan di komputer. Ketika verifikasi data sesuai, maka calon penerima vaksin lanjut ke meja kedua,” tambahnya.
Di meja kedua, petugas melakukan screening yang diawali dengan 16 pertanyaan yang berhubungan dengan penyakit penyerta dari calon penerima vaksin. Ketika calon penerima vaksin mengonfirmasi tidak memiliki penyakit penyerta dalam 16 pertanyaan itu, maka akan dilanjutkan dengan tahapan screening berikutnya, yakni memeriksa gula darah dan tekanan darah. Ketika gula darah dan tekanan darah normal, maka peserta akan dipersilahkan lanjut ke meja ketiga.
“Di meja tiga, pemberian vaksin dilakukan dengan cara disuntikan. Setelah vaksinasi tersebut dilakukan, penerima vaksin diminta lanjut ke meja 4 untuk mendapat kartu bukti sudah divaksinasi dan mendapat pula sertifikat vaksinasi Covid 19,” sambungnya.
“Namun, peserta belum dipersilakan pulang, melainkan diminta menunggu 30 menit untuk memastikan apakah penerima vaksin mengalami alergi atau tidak dari pemberian vaksin, seperti timbul bintik-bintik merah, mengalami pusing, mual, muntah, atau jatuh pingsan. Kalau dalam 30 menit tidak ada gejala alergi akibat vaksin maka dipersilahkan pulang. Setelah pulang, kita tidak bisa salahkan vaksin Covid kalau terjadi apa-apa,” pungkasnya. (ade/dil/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *