Ini Pengakuan Orang Pertama Divaksin Covid-19 di Papua Soal Reaksi Tubuh dan Efek Samping yang Dirasakannya

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dokter Aaron Rumainum menjadi orang pertama di Papua menerima vaksin Covid-19 pada Rabu (13/01). Menariknya, ia memilih menyuntikan sendiri vaksin Covid-19 di lengan kanannya. Proses penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan di ruangan aula Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, sekitar pukul 10.00 WIT. ( FOTO: Foto: Gratianus/cepos)

JAYAPURA – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Dokter Aaron Rumainum mengatakan efak samping atau reaksi tubuh usai melakukan vaksinasi aadalah pusing di awal suntik dan mengantuk berat.

Hal hal ini dikatakan dirinya usai pada Rabu (13 Januari) lalu dirinya melakukan suntik vaksin mandiri untuk pertama kalinya bagi orang Papua dan tenaga perawat di Papua dan ia mengaku sampai saat ini dirinya merasa aman namun sempat mengantuk berat.

” Kemarin itu setelah suntik saya merasakan efek sampingnya. Reaksi pertama,  dua jam setelah suntik, sempat merasa pusing, setelah itu mengantuk berat sehingga saya harus pulang untuk beristirahat,” katanya melalui telepon selulernya kepada Cenderawasih Pos, Jumat, (15/1).

Aron mengatakan meski demikian setelah dirinya istirahat dapat bangun dengan tubuh yang Fit dan kembali beraktivitas sesuai dengan agenda yang dijadwalkan pada hari itu.

“Memang Awalnya sempat mengantuk saya tidak tahan sekali 2 jam setelah suntik , saya tidak tahan (ngantuknya), kepala Berat dan saya harus pulang saya berusaha bertahan main HP tapi tidak bisa, tetap rasa mengantuk berat. Namun setelah tidur dan bangun saya kembali beraktivitas kembali untuk melakukan sejumlah kegiatan dan semuanya berjalan aman,” katanya.

Dia pun mengatakan dalam proses penyuntikan tersebut dilakukan sendiri karena menghindari jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kemarin mengapa orang tidak suntik saya tetapi saya menyuntik diri sendiri karena mereka tidak punya STR, dan belum ada satu pun yang dilatih, jadi ketika saya suntik sendiri dan ketika saya pingsan atau terjadi apa-apa dia (tenaga perawat/Dokter) tidak dituntut dan tindakan ini saya lakukan karena saya sudah mengikuti SOP,”katanya.

Ia pun mengakui setiap tenaga medis pun juga merasa ketakutan seperti yang dirasakan oleh masyarakat dalam hal vaksinasi.

” Saya saja kemarin suntik jelas  saya takut karena ini valsin baru, tapikan saya harus melindungi 13 orang yang besok (Hari ini) di suntik minimal mereka aman,” katanya.

Lanjutnya Rumainum mengatakan dalam proses vaksinasi juga bagi orang Papua tidak harus buru-buru.

“Kita tidak buru-buru dulu sementara?, Sebab jika tenaga kesehatan masih takut jangan juga kita lakukan pemaksaan, dan jika dokter bilang tidak takut itu dia sombong,” katanya, (oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *