Semangat Kelompok Muda Jayapura Jangan Diabaikan

Para pemuda/i   dari empat komunitas yakni GenBi, KSE, Sobat Bumi Pertamina dan Rumah Bakau Jayapura mengangkut bibit mangrove untuk ditanam di lokasi Mendug Teluk Yotefa, Rabu (13/1) kemarin. Kolaborasi komunitas dianggap penting untuk mendorong kegiatan positif di Kota Jayapura. (Ilham For Cepos)

JAYAPURA – Kolaborasi yang dilakukan GenBI bersama KSE, Sobat Bumi Pertamina dan Rumah Bakau Jayapura dalam menggelar event penanaman pada Rabu (13/1) menjadi gambaran bahwa kelompok atau semangat muda yang ada di Kota Jayapura bisa menjadi sebuah kekuatan untuk mendorong sebuah isu perubahan yang memang menjadi aktual.

Ketua GenBI Jayapura, Yuliati Bangki menyampaikan bahwa ada banyak hal  potitif yang bisa diperoleh dari kegiatan kolaborasi anak muda ini. Pertama ini menunjukkan ada  spirit yang sama yang sejatinya bisa dilakukan tanpa harus melihat asal komunitas atau dari kelompok mana dan lebih menarik bisa berjalan bersama – sama.  “Kami coba membuka ruang untuk teman – teman dari komunitas lain dengan mengajak teman – teman dari KSE (Karya Salemba Empat) dan Sobat Bumi Pertamina termasuk Rumah Bakau untuk aksi lingkungan dan terlihat sekali semangat anak muda itu nyata,” kata Yuli usai kegiatan.

Hanya ada hal lain yang cukup mengganjal dimana ia dan yang lain disajikan pemandangan sampah botol minuman keras. “Sayang skali lokasi yang terdapat Ikon kota Jayapura itu justru penuh dengan sampah plastik dan botol minuman keras. Kami cukup kesal ternyata masih banyak orang-orang  yang belum paham soal hidup bersih dan bertanggungjawab,” jelasnya. Rafsan Marsoali, Ketua KSE menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi antar komunitas dan berharap bisa berlanjut mengingat untuk mengadvokasi sebuah isu tentu sulit jika dijalankan sendiri.

“Kami senang teman – teman bisa duduk bersama dan melakukan aksi positif bersama. Saya pikir ini tak bisa diabaikan karena semangat muda di kota ini bisa mendorong sebuah energi  positif bagi yang lain,” bebernya. Rafsan juga setuju untuk menengok kembali bibit mangrove yang sudah di tanam di lokasi Mendug, Teluk Yotefa. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *