Papua Juga Bisa Orbitkan Kiper Handal

Selsius Gebze. ( FOTO: Gebze for Cepos)

Selsius Gebze

JAYAPURA – Papua memang dikenal sebagai gudang pesepak bola handal. Dari Bumi Papua, lahir talenta-talenta emas. Tapi tak banyak yang mengidolakan posisi sebagai penjaga gawang.

Kiper putra Papua yang terakhir mencuat ada pada diri Selsius Gebze. Kiper kelahiran Merauke itu pernah memperkuat beberapa klub tanah air, seperti Merauke Putra, Persidafon, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura dan pensiun bersama PSBS Biak pada tahun 2017 lalu.

Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain di tahun 2017, Gebze pun tak sepenuhnya meninggalkan lapangan hijau. Setahun kemudian, Gebze dipercayakan menjadi pelatih kiper tim Liga 3, Persemar Mamberamo Raya. Dan di tahun 2019, menjadi pelatih kiper tim Liga 2, Persewar Waropen.

Kini, Gebze diam-diam sedang menggali potensi kiper yang dimiliki oleh tanah Papua. Di tengah ketidak pastian kompetisi tanah air, Gebze sedang melakukan pelatihan (kursus) khusus penjaga gawang.

Pelatihan tersebut telah berlangsung selama tiga bulan dengan 16 binaan pada kelompok usia 13-18 tahun. Tapi kata Gebze, untuk awal tahun 2020, ia mempersilahkan para anak-anak Papua berusia 10 tahun ke atas.

Untuk bergabung dalam training camp, Gebze membeberkan, setiap anak akan menanggung uang pendaftaran senilai Rp. 300 ribu dengan biaya pembinaan 50 ribu perbulan, dan difokuskan di lapangan Sepakbola Raider, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurut Gebze, di era jama dulu, posisi penjaga gawang sangat jarang diminati oleh anak-anak Papua, yang lebih banyak memilih poisis depan. Tapi seiring perkembangan sepakbola dunia, posisi penjaga gawang pun kini menjadi posisi yang paling banyak digemari.

“Saya melihat kususnya di Papua kitaa minim sekali penjaga gawang. Dulu yang berminat menjadi penjaga gawang susah sekali. Dan sekarang perkembangan sepakbola, sudah mulai ada peminat khususunya di Papua,” ungkap Gebze kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Senin (11/1).

Apalagi kata Gebze, anak-anak Papua juga memiliki potensi besar untuk menjadi penjaga gawang yang handal. Sebab itu, ia memulai merangsang para anak-anak Papua melalui pelatihan yang mereka lakukan.

“Saya melihat potensi penjaga gawang di Papua ada. Bahkan sangat banyak sekali untuk usia muda. Dan mereka ini kitaa harus bina mereka, latih mereka agar kedepan menjadi kiper hebat Papua,” pungkasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *