Jangan ada Kata Menyerah,  OAP juga Bisa Bersaing Lewat Tes Online

Perwakilan CPNS Formasi 2018 menerima penyerahan SK oleh Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,sekaligus mendengar arahan dari Wali Kota Jayapura di lapangan upacara kantor Wali Kota Jayapura, Senin (11/1) lalu. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Suka Duka CPNS Formasi 2018 yang Akhirnya terima SK dari Wali Kota Jayapura

Sebanyak 296 orang yang lulus test CPNS Formasi 2018 Kota Jayapura, hari Senin (11/1)lalu sangat bersyukur telah menerima SK CPNS formasi 2018 yang telah diserahkan Wali Kota Jayapura. Bagaimana perasaan peserta yang lulus dan telah mengikuti test berulang kali?

Laporan: Priyadi

Hari Senin (11/1) lalu, menjadi hari yang tidak pernah akan dilupakan seumur hidup oleh 296 orang peserta yang lulus tes CPNS formasi 2018 di lingkungan pemerintah Kota Jayapura.

Dimana, hari Senin itu, Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM, secara langsung menyerahkan SK CPNS formasi tahun 2018 di lapangan upacara Kantor Wali Kota Jayapura, disaksikan Wakil Wali  Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, MM.,Sekda Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si dan sejumlah pimpinan OPD dilingkungan Pemkot Jayapura.

Ditemui Cenderawasih Pos, G. Karolin. Hindom (32) terlihat senang dan penuh suka cita, ia mengikuti apel dengan penuh semangat tak terbesit di dalam hatinya jika test CPNS formasi 2018 lalu, bisa mengantarkannya menjadi seorang PNS di lingkungan pemerintah Kota Jayapura.

Padahal dirinya telah mengikuti tes CPNS di tahun 2009 di Kabupate Keerom dan tahun 2013  di tingkat Provinsi Papua, namun rezeki yang tak terhingga pemberian dari Tuhan Yang Maha Esa jatuh pada saat ia mengikuti  test CPNS tahun 2018 di Kota Jayapura, ia berhasil diterima dan ditempatkan di Puskesmas Imbi sebagai  penyuluh kesehatan.

Karolin mengaku, sebagai OAP harus mampu bersabar dan jangan pantang  menyerah tetap fokus pada tujuan jika memang ia ditakdirkan menjadi PNS atau ASN. Karena ia mengaku setelah mengikuti dua kali test CPNS gagal, ia menjadi ibu rumah tangga saja walaupun sebelumnya pernah bekerja menjadi staf di USTJ. ia sendir i adalaah lulusan sarjana Prodi Fakultas Kesehatan Masyarakat, sehingga dengan diterimanya menjadi ASN sebagai tenaga penyuluh sudah sangat cocok sekali.

   Karolin menjelaskan,  dirinya tidak pernah membayangkan bisa lulus tes CPNS formasi 2018 di Kota Jayapura,  karena dalam hatinya sudah percaya diri bahwa tes kali ini dia pasti lolos dan ini benar Tuhan berikan jalan yang terbaik.

Ia mengaku tidak masalah jika mengabdi selama 15 tahun di Lingkungan Pemkot Jayapura, walaupun suaminya juga sebagai ASN di Puncak Jaya dan ia sekarang tinggal d Waena.

  “Saya termotivasi menjadi ASN karena saya ingin membuktikan bahwa OAP bisa bersaing secara nasional bahwa penerimaan CPNS secara online dan yang menentukan dari pusat, dengan saya bisa lulus ini membuktikan saya bisa bersaing dengan yang lain dan jangan sia-siakan waktu serta kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita,”ungkapnya.

  Beda lagi dengan nasib Wira Ramadani (28) dan  Reni Paulani Ayomi (28) yang baru pertama kali ikut test CPNS formasi 2018 langsung tembus dinyatakan lulus dan ditempatkan di Puskesmas Twano Entrop.

Mereka tidak percaya baru satu kali ikut test langsung dinyatakan lulus. Sehingga ia merasa bersyukur dan kedepannya berjanji untuk berkomitmen dalam bekerja melayani masyarakat dalam pelayanan kesehatan tetap dilakukan Sepenuh Hati penuh sukacita dan penuh dedikasi disiplin menunjukkan etos kerja yang baik sesuai arahan dari Wali Kota Jayapura.

Karena mereka mengakui, bahwa menjadi ASN ini sangat sulit apalagi melalui test dengan aturan yang sangat ketat. Oleh karena itu, dengan adanya test secara online dan mereka bisa lulus walaupun baru pertama kali ikut test CPNS tentu ini anugerah yang sangat luar biasa dan perlu disyukuri dengan baik karena ini benar-benar murni hasil jerih payah kerja keras mereka sendiri.(*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *