Tidak Penerapan Physical Distancing di Pesawat

Reky Ambrauw ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA – Kementrian perhubungan melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Reky Ambrauw mengungkapkan bahwa dengan dikeluarkannya surat edaran Nomor 3 tahun 2021 oleh Kementrian Perhubungan maka tidak lagi diterapkan physical distancing di pesawat.

Dikatakan, Kementrian perhubungan  melalui surat edaran Nomor 13 tanggal 8 Juni Tahun 2020  tentang operasional transportasi udara dalam masa kegiatan yang aman dari Covid-19 yang mengatur tentang adanya physical distancing atau jaga jarak dalam pesawat namun ada surat edaran baru dari Kementerian nomor 3 tahun 2021 tentang petunjuk pelaksaan perjalanan orang dalam penerbangan di dalam negeri  dengan transportasi udara.

“Poin 5 mengatakan tidak ada lagi physical distancing tetapi disediakan di belakang dari baris ketiga ada tempat untuk evakuasi karantina dan sebagainya, kami minta kepada masyarakat agar bisa dipahami,” katanya Senin, (11/1) kemarin.

Ia meminta jangan sampai ada salah pengertian dari masyarakat bahwa mengapa semakin meningkat pasien covid tetapi sampai tidak ada pembatasan jarak untuk itu pihaknya memberikan penjelasan agar masyarakat ketika di pesawat bisa membiasakan hal ini.

“Penyusunan kursi tidak ada distensi ini sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan, Nomor 3 tahun 2021 dikeluarkan tanggal 9 Januari berlaku sampai tanggal 25 Januari,” katanya.

Dia menjelaskan sebelum surat ini keluar memang diberlakukan adanya physical distancing namun sejak tanggal 9 Januari physical distancing ditiadakan sehingga masyarakat diharapkan untuk membiasakan hal ini. “Kembali juga kepada masing-masing operator penerbangan untuk masing-masing menjaga protokol kesehatan dalam pesawat, dan kepada masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya.(oel/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *