Pos PI GIDI Hadir di Kota Ambon

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak menggunting pita saat meresmikan Pos PI Jemaat Imanuel Wayame, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Minggu (10/1) lalu.(FOTO:  Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

Bupati RHP: Bagi Tuhan Tidak Ada yang Mustahil

AMBON-Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) meresmikan Pos Pekabaran Injil (PI) Jemaat Imanuel Wayame Kota Ambon Provinsi Maluku, Minggu (10/1) lalu.

Peresmian Pos Imanuel itu ditandai pengguntingan pita oleh Bupati Ricky Ham Pagawak dan pembukaan papan selubung oleh Kepala Seksi Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Ambon, Raymond Intarola.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengatakan, dengan diresmikannya Pos PI ini merupakan bagian tugas yang diberikan Gereja GIDI kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah.

“Puji Tuhan hari ini (minggu, red), kami ada di sini beribadah dengan pak pendeta dan keluarga, kementerian agama juga hadir, orang tua yang dituakan yang sering membantu pelayanan, dan juga jemaat yang mayoritas ada mahasiswa Papua,”ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah sudah memdukung pelayanan berupa pembangunan gereja di Sendagok dan Pontianak di Kalimantan Barat, Kupang Nusa Tenggara Timur dan Toraja, Sulawesi Selatan.

Menurut Bupati RHP, di jemaat Imanuel Kota Ambon ini terlihat unik. Sebab mayoritas adalah mahasiswa berjumlah hampir tiga ratus orang. Mereka ini terlibat dalam pelayanan.

“Ada nilai positif. Dimana mahasiswa Papua bersatu dalam satu ikatan yakni ikatan mahasiswa Papua, tanpa membedakan Papua dan Papua Barat. Harapannya dengan persatuan ini, menghasilkan hal yang positif bagi masa depan tanah Papua. Persiapkan diri dengan baik dan siap menghadapi tantangan,” pinta Bupati RHP.

Bupati dua periode ini juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kota Ambon yang sudah memberikan izin sehingga Gereja GIDI bisa hadir di Kota Ambon. “Bagi kami ini mustahil, tapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Izin bisa keluar,” katanya.

Gembala Jemaat Imanuel, Pendeta Jim Sebastian, mengaku bersyukur kepada Tuhan. Sebab pergumulan jemaat sejak Agustus 2019 akhirnya terjawab dengan kehadirihan Bupati Mamberamo Tengah di Kota Ambon yang langsung menyiapkan tempat ibadah untuk jemaat beribadah  dan pelayanan.

“Semoga apa yang bapa tabur, itu juga yang bapa tuai dalam pekerjaan bapa, apa yang menjadi tanggung jawab di pemerintah kabupaten. Sebagai jemaat, gembala di sini, kami menyampaikan terima kasih atas segala sesuatu yang bapa lakukan dan juga bantuan untuk pelayanann yang sudah diberikan bagi kami,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Bimas Kristen Kementerian Agama Kota Ambon, Raymond Intarola mengatakan, pada prinsipnya pihaknya terbuka dengan kehadiran gereja GIDI di Kota Ambon untuk melakukan pelayanan.

“Dengan kehadiran gereja-gereja termasuk GIDI, berarti tugas kita untuk bersaksi, melayani dan bersekutu tetap kita laksanakan. Terutama kita membangun hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Kota Ambon,” ucapnya.

Raymond bahkan menegaskan siap mendukung pelayanan di jemaat Imanuel dengan menyiapkan pendeta-pendeta untuk membantu pendeta yang ada di sini,

“Gereja dan pemerintah adalah mitra, sehingga kami tetap membantu aktivitas pelayanan yang ada di gereja, baik pelayanan sosial dan pelayanan mimbar. Kami punya para pendeta yang ada di kantor yang siap membantu semua gereja termasuk gereja GIDI,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Bupati Ricky Ham Pagawak memberikan bantuan senilai Rp 100 juta untuk pelayanan dan Rp 50 juta untuk mahasiswa-mahasiswa Papua.  (Humas/reis/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *