PKL Siap Dipindahkan

Lapak pedagang kaki lima yang beradadi kompleks  Kantor Bupati Jayapura, Senin, (11/1). Mereka siap dipindahkan. ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar Kompleks Kantor Bupati Jayapura bersedia dipindahkan sebagaimana yang sudah disampaikan oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  beberapa waktu yang lalu.

“Kami tidak masalah dan mendukung kebijakan pemerintah,” kata Uut, salah seorang pedagang kaki lima ketika ditemui Cenderawasih Pos di kompleks Kantor Bupati Jayapura, Senin, (11/1) kemarin.

Uut menuturkan, sejumlah pedagang kaki lima yang berjualan di komplek Kantor Bupati Jayapura itu sudah membahas mengenai rencana pemindahan lokasi jualan dengan dinas terkait. Dalam kesempatan rapat tersebut pemerintah juga sudah menyampaikan akan menyediakan lokasi khusus untuk PKL dan akan menyediakan semacam tempat untuk berjualan bagi para pelaku usaha mikro tersebut.

“Mereka sudah bicarakan itu dengan kami dan nanti akan dipindahkan di suatu tempat khusus. Katanya juga akan diberikan semacam payung untuk kami bisa berjualan,” ungkapnya.

Lanjut dia, dari hasil rapat tersebut semua PKL yang selama ini berjualan di komplek Kantor Bupati Jayapura itu sudah menyetujui dan mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pemindahan sejumlah tempat jualan bagi para PKL itu.

Sebelumnya Bupati Jayapura menyatakan bahwa akan melakukan penertiban kepada para pelaku usaha yang berjualan secara liar di sekitar Komplek Perkantoran yang ada di kantor bupati Jayapura itu. Menurut Bupati aktivitas para PKL yang ada di sekitar Kompleks Kantor Bupati Jayapura itu terkesan tidak teratur.

Oleh karena itu mantan ketua KPUD kabupaten Jayapura itu telah menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan penertiban terhadap para PKL yang berjualan secara liar di komplek Kantor Bupati Jayapura itu. Meski begitu Bupati Matius juga meminta agar organisasi perangkat daerah terkait perlu bahas terlebih dahulu dan menyiapkan lahan khusus untuk tempat penjualan bagi para pelaku usaha tersebut.

” Nanti harus dipersiapkan tempat khusus, supaya mereka ditata di sana, jangan lagi jualan secara liar di sekitar Kompleks Kantor Bupati,” imbuhnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *