Cegah  Penyelundupan Ganja, Lakukan Pandekatan dengan Toga dan Toma

Kasat Polair Polresta AKP Francis J. W. Wardjukur

Cara Kasat Polair Polresta AKP Francis J. W. Wardjukur Dalam Menjaga Laut Jayapura 

Jabatan Kasat Polair Polresta Jayapura disandang AKP Francis J. W. Wardjukur sejak akhir pekan lalu cukup banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama soal penyelundupan ganja,  dan pengeboman ikan yang masih marak, apa yang akan dilakukannya?

Laporan-Elfira

Kasat Polair Polresta Jayapura Kota AKP Francis J. W. Wardjukur mulai bekerja dan merancang program kerja kedepan selama kepemimpinannya pasca dilantik Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas di Aula Mapolresta Jayapura Kota pada Jumat (8/1). Ia menggantikan Kasat Pol Air sebelumnya  yang dijabat oleh AKP Dedy Wally.

Hal utama yang akan dilakukan oleh ayah dengan dengan 11 anak ini lima anak kandung dan enam anak angkat melakukan pendekatan dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat serta stake holder lainnya untuk menekan peradaran gelap narkotika jenis ganja ataupu ilegal fishing di wilayah perairan Kota Jayapura.

“Banyaknya transaksi ilegal fishing ataupun peredaran ganja di laut Jayapura, saya harus bekerja sama dengan semua stake holder. Baik pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat yang ada di wilyah hukum polesta Jayapura Kota,” tutur alumni SMA 45 ini, Senin (11/1) kemarin.

Untuk meningkatkan  kinerja, dirinya akan rutin mengunjungi semua kampung yang ada di Kota Jayapura mulai dari  Kampung Skow di perbatasan RI-PNG hingga perkampungan yang ada di pesisir.

Tidak hanya itu, pria kelahiran  Hamadi pada 16 september 1971 silam ini bakal bekerjsama dengan para nelayan yang berada di Kota Jayapura. Sehingga sama-sama menjaga kedaulatan negara Indonesia. “Patroli rutin kami lakukan  guna mengantisipasi gangguan di perairan laut Jayapura, baik penyelundupan ataupun radikalisme,” ungkapnya.

Laut Jayapura tidak hanya menjadi lokasi penyelundupan ganja dari PNG ke Jayapura melainkan juga kerap terjadi pemboman ikan. sehingga itu, pria yang masuk Kepolisian pada tahun 1993 akan mengingatkan masyarakat akan hal itu dan memberikan solusi.

“Kita akan melibatkan dinas perikanan untuk memberikan solusi terbaik lewat baggan, sehingga masyarakat bisa melakukan pekerjaan dan tidak lagi melakukan pengerusakan terhadap konservasi sumber daya alam dalam hal ini terumbu karang,” tuturnya.

Dengan memiliki tiga unit speed boad berbagai ukuran, pihaknya akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjaga laut Jayapura dari penyelundupan ganja ataupun pemboman ikan yang kerap terjadi.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas mengatakan beban berat telah menanti kepada pejabat baru, untuk hal yang positif dibuat oleh pejabat lama hendaknya dapat diteruskan serta lakukan koordinasi. Ibarat harus bisa menahkodai perahu agar bisa berlayar jauh dan bukan hanya di tempat saja.

“Sebagai momentum untuk memacu dan meningkatkan kembali semangat, disiplin serta etos kerja dalam pelaksanaan tugas di wilayah perairan kota Jayapura untuk memberikan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Gustav. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *