Subsidi Transportasi Helikopter di Waropen Rugikan Negara Rp 14,7 M

Nikolaus Kondomo ( FOTO: Elfira/Cepos)

13 Saksi Diperiksa Penyidik Kejaksaan

JAYAPURA-Penyidik tindak pidana korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah subsidi penerbangan dengan transportasi helikopter di Kabupaten Waropen.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Papua Nikolaus Kondomo mengatakan, dugaan penyalahgunaan dana hibah tersebut kepada PT. GPP selaku penerima dana hibah tahun anggaran 2016-2017 senilai Rp 16 miliar.

Dijelaskan, berdasarkan hasil penghitungan keuangan negara oleh penyidik. Ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp 14.720.000.000 dari total dana hibah Rp 16 miliar.

Selain terbang tanpa manifest penumpang, dana hibah miliaran rupiah tersebut juga tidak ada pertangungjawaban.

“Perkiraan kerugian negara sebesar Rp 14,7 miliar, dalam kasus ini sebanyak 13 saksi telah diperikas oleh penyidik  Kejaksaan. Kasus ini telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan,” kata Kajati Kondomo kepada wartawan, pekan kemarin.

Kondomo menerangkan, dana hibah tersebut untuk subsidi  penerbangan helikopter tujuan Nabire-Kirihi dan Nabire-Walani  oleh Pemerintah Kabupaten Waropen kepada PT. GPP  selaku penerima dana hibah.

“Dana hibah ini berbentuk subsidi kepada masyarakat yang menggunakan helikopter untuk terbang ke distrik- distrik. Kenyataannya dari laporan masyarakat, kami menemukan adanya dugaan perbuatan melawan hukum dan adanya indikasi kerugian negara. Pesawat, terbang tanpa manifest  penumpang,” paparnya.

Adapun modus yang digunakan terduga pelaku yaitu helikopter yang disubsidi terbang tanpa membawa penumpang dan tanpa disertai manifest. Namun, uang dengan jumlah Rp 14.720.000.000 dikeluarkan keuangan pemerintah setempat.

“Kami akan memeriksa pihak-pihak terkait lagi perihal kasus ini. Termasuk pihak perusahaan penerima dana hibah yakni PT.GPP,” pungkasnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *