Rapid Antigen Jadi Syarat Sebelum Vaksinasi

Ketua Harian Satgas Covid-19 Provinsi Papua yang juga Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua, Welliam. R Manderi, S.IP, M.Si, memberikan keterangan di ruang kerjanya, Kamis (16/4) kemarin. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Salah satu syarat agar dapat menjadi penerima vaksin Covid 19 yaitu dilakukannya Rapid Test Antigen, guna mengetahui kondisi kesehatan dari yang bersangkutan, apakah bebas dari Covid 19 atau tidak. Namun, ketika melihat target penerima vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, yakni jumlah penerima vaksin mencapai 1.970.402 orang dari total 3.490.797 penduduk di Papua.

Demikian, kala memasuki tahapan vaksinasi bagi masyarakat umum, maka Rapid Test Antigen harus dilakukan bagi 1,9 juta masyarakat di Papua yang hendak menerima vaksin Covid 19.

“Mau tidak mau harus kita antigen dulu, sehingga kita tahu persis kondisi kesehatannya, yang bebas atau tidak dari Covid 19. Kalau sudah di-antigen dan hasilnya dia sehat, maka bisa divaksin. Namun, selain itu, indikator lain seseorang bisa divaksin ialah tidak memiliki komorbid,” jelas Welliam Manderi, Jumat (8/1) lalu.

Kata Manderi, alat Rapid Test Antigen di Papua saat ini sekiranya berjumlah 10 ribu. Oleh karenanya, hal ini menjadi salah satu persoalan yang perlu untuk dibicarakan lagi bersama stakeholder terkait lainnya.

“Kita upayakan untuk sampaikan lagi ke pusat kalau memang ada bantuan lagi untuk kita. Tapi kita juga upayakan untuk maksimalkan apa yang ada di daerah. Namun, setiap daerah diwajibkan untuk menyiapkan alat Rapid Test Antigen, sehingga masyarakat yang hendak divaksin, dirapid-test terlebih dahulu,” tambahnya. (gr/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *