Jarang Dikunjungi Karena Medannya yang Sulit

Pengunjung yang mengabadikan moment di lokasi air terjun Sentani, Sabtu, (9/1)

Indahnya Obyek Wisata Air Terjun di Kawasan Cycloop

Perjalanan naik turun tebing menggunakan pita webbing, udara yang dingin dengan suhu 20 derajat Celsius terbayarkan dengan percikan air terjun yang jatuh dari ketinggian 100 meter. Seperti apa perjalanan menuju ke air terjun ini?

Laporan- Elfira- Sentani

Berjarak 33 Km dari Kota Jayapura, Sentani terkenal dengan tempat wisatanya. Bukan hanya danau, melainkan juga air terjun. Bahkan ada salah satu air terjun yang belum banyak diketahui oleh warga Kabupaten Jayapura.

Air terjun dengan ketinggian sekitar 100 meter itu letaknya di ketinggian 642,69 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Untuk menuju ke air terjun tersebut, berjalan kaki selama dua jam dengan jalur star lewat Kampung Taruna, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani.

Sebelum tiba ke air terjun yang berlokasi di kawasan Cycloop itu, kita akan disuguhkan dengan air terjun lainnya yang airnya begitu segar dan dingin. Belum lagi pemandangan tebing yang menjulang tinggi dengan bentuknya yang unik mengegelilingi air terjun.

Dari mulai memasuki kawasan Cycloop, kita akan menemukan banyak keindahan yang memukau. Disuguhkan dengan kabut yang sesekali turun, rindangnya pepohonan, udara yang sejuk dan bisa melihat pemukiman rumah warga dari atas.

Tim Cenderawasih Pos menuju ke lokasi air terjun tersebut menuruni tebing sekitar 20 meter dengan menggunakan pita webbing yang diikat di pohon besar. Perjalanan menuju air terjun yang menantang akan medannya membawa kenikmatan tersendiri bagi mereka yang suka traveling. Hasilnya memuaskan dengan melihat pemandangan air terjun yang tingginya mencapai sekitar 100 meter itu.

Warga setempat bernama Yappi mengatakan, air terjun tersebut jarang dikunjungi lantaran medannya yang sulit. Bahkan untuk sampai ke air terjun, tim Cenderawasih Pos bersama rekan lainnya harus menggunakan tali webbing untuk menuruni tebing.

“Biasanya kami turun menggunakan tali alam, tapi itu sekitar 1 tahun lalu sudah lama sekali,” tutur Yappi.

Menurut Yappi, belum banyak yang mengetahui keberadaan air terjun tersebut. Bahkan hanya satu dua orang saja yang sudah tiba di lokasi tersebut lantaran medan yang sulit.

Ia juga mengingatkan tentang sampah tak boleh dibuang sembarangan. Jika Yappi naik bersama teman-temannya, maka sampah mereka biasa dibakar atau dibawa turun. Hal ini agar tak mencemari lingkungan setempat.

“Kami tidak mau tempat tersebut kotor karena sampah, tidak boleh ada yang buang kotoran di air sungai. Itulah kenapa sepanjang perjalanan hingga ke air terjun tidak ada sampah,” terang Yappi.

Sementara itu, Irsan salah satu pengunjung menyampaikan rasa kekagumannya terhadap air terjun yang berada di Kabupaten Jayapura itu. Baginya, ini adalah lokasi air terjun yang bagus dan bisa dijadikan tempat refresing bagi mereka yang suka travelling.

“Jujur ini pengalam pertama dan rasanya seperti berada di luar negeri, suasananya beda dan sangat asri sekali, tracknya sulit tapi hasilnya sepadan,” ucap Irsan.

Irsan menyarankan untuk pengunjung yang mau ke lokasi menikmati keindahan air terjun tersebut, harus mempersiapkan beberapa hal. Dimulai dari kondisi mental dan fisik yang prima, lalu mempersiapkan alat bantu semisal tali webbing ketika bertemu track yang curam atau menanjak, terus sertakan orang lokal sebagai pemandu, agar tidak tersesat nantinya.

“Penting sekali untuk tidak merokok di gunung Cycloop, karena ada spesies di alam yang tidak tahan dengan bau tembakau atau rokok, terakhir jangan lupa untuk meninggalkan lokasi air terjun dalam keadaan bebas sampah, dalam artian sampah harus dibawa pulang, karena sampahmu adalah tanggung jawabmu,” ungkapnya.

Ia juga memberi masukkan untuk pemerintahan, air terjun ini potensinya besar sekali untuk kehidupan orang banyak, semoga bisa dioptimalkan secara bijaksana tanpa mencederai gunung Cycloop itu sendiri.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *