Di Merauke, Penerima BST Covid Turun Drastis

Masyarakat saat datang mengecek nama mereka apakah masuk sebagai daftar penerima BST Covid di Kantor Pos Merauke, Sabtu (9/1) (Foto: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Jika jumlah penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 tahap 9 di bulan Desember 2020 di Kabupaten Merauke untuk 12 distrik sebanyak 8.176 Keluarga Penerima Manfaat (PKM), maka jumlah tersebut untuk penyaluran BST tahap ke-10 bulan Januari 2020 dilaporkan mengalami penurunan yang sangat drastis, yakni 58,8 persen. Sebab, saat ini tinggal 3.369 keluarga penerima manfaat.
“Jadi untuk penyaluran BST Covid-19 tahap 10 ini berkurang 4.809 dari jumlah sebelumya pada penyaluran tahap 9 di bulan Desember 2020 lalu sebanyak 8.178 KPM, sehingga yang akan menerima tinggal 3.369 KPM,” kata Kepala Kantor PT Pos Indonesia Merauke Denny Lumban Toruan, ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya, Sabtu (9/1).
Denny mengungkapkan, pihaknya hanya menyalurkan dana BST tersebut, sedangkan data dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Karena itu, lanjut Denny, sebelum penyaluran dilakukan, pihaknya telah meminta kepada pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Sosial untuk mengeluarkan surat atau keputusan sehingga masyarakat dapat memahami terjadinya pengurangan data penerima BST untuk tahap 10 tersebut.
“Surat bupati sudah ada dimana pada point 3 dijelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Merauke melalui dinas terkait sedang melakukan perbaikan/memvalidasi selisih data tersebut untuk segera disampaikan kepada ke Kementerian Sosial Republik Indonesia, namun perbaikan yang dimaksud memerlukan waktu yang cukup lama,” kata Denny membacakan salah satu point surat bupati yang ditempat pada papan pengumuman Kantor Pos Merauke tersebut.
Denny menjelaskan, bahwa penyerahan BST tahap 10 ini hanya berlangsung mulai tanggal 8-12 Januari. Setelah tanggal tersebut, maka dana yang tidak tersalurkan akan segera dikembalikan ke pusat. Pembagian BST ini sendiri dimulai Sabtu (9/1) di Kantor Pos Merauke khusus untuk KPM yang ada di distrik Merauke. Sedangkan untuk 11 distrik lainnya, akan diserahkan langsung oleh petugas PT Pos di kantor distrik masing-masing.
“Diketahui di Kabupaten Merauke terdapat 20 distrik. Namun saat pembagian BST tahap pertama, Pemkab Merauke menolak BST Covid-19 untuk 8 distrik yang merupakan kampung-kampung lokal, karena bantuan dana Covid bagi keluarga kurang mampu itu langsung dialokasikan dari dana desa.
“Ada 8 distrik yang saat itu ada surat penolakan dari bupati ke Kementerian Sosial dan surat itu belum dicabut sehingga dari 20 distrik yang ada, hanya 12 distrik yang teralokasikan,” tandasnya.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, banyak warga yang datang ke Kantor Pos tersebut merasa kecewa karena sebelumnya ada nama, tapi kali ini nama hilang. Ada juga yang mengaku sama sekali belum merasakan namanya bantuan BST Covid tersebut, PKH maupun Bansos Sembako. Padahal dari keluarga yang kurang mampu. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *