PD Irian Bhakti Harus Menjadi Besar

Direktur PD Irian Bhakti yang baru, Yarius Balingga SE (kanan) melakukan salaman ala covid dengan mantan Direktur PD Irian Bhakti Willem Karinda SH disaksikan Asisten II Setda Provinsi Papua, DR Drs Muhammad Musaad di kantor PD Irian Bhakti Jayapura, Jumat (8/1). (FOTO:Gamel Cepos)

JAYAPURA – Perusahaan Daerah (PD) Irian Bhakti resmi dipimpin Yarius Balingga SE. Ini setelah gubernur menurunkan SK Gub : 188.4/383/2020 tgl 10 des 2020 untuk dilakukan cuci gudang jajaran direksi. Yarius sendiri menggantikan posisi Wellem Karinda SH yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama. Dari proses serah terima jabatan ini, Willem Karinda menaruh harap bahwa PD Irian Bhakti ini harus menjadi besar dan ia mendukung untuk tak lagi berstatus PD melainkan Perseroan Terbatas atau PT.
Ia juga berharap pegawai lainnya di daerah baik di Papua maupun Papua Barat bisa diperhatikan dan menangani PD Irian Bhakti adalah tanggungjawab besar dan perlu kerja tim. Asisten II Setda Papua, DR Drs Muhammad Musaad yang hadir dalam acara setijab ini mengaku bahwa perusahaan ini sudah sangat dikenal sejak jaman Belanda dulu. Nama besarnya harus dijaga agar tetap eksis hingga kini sehingga dari kepemimpinan yang baru paling tidak ada semangat dan terobosan baru yang dilakukan.
“PD Irian Bhakti ini luar biasa, dulu waktu saya di Fak-fak tidak ada yang bisa menyaingi. Semua mulai dari beras, minyak kaleng, gula, sabun, shampo semua harus dibeli di PD Irian Bhakti sehingga kami mengharapkan perusahaan ini menjaga eksistensi dan terus berkembang,” kata Musaad di kantor PD Irian Bhakti, Jumat (8/1).
Apalagi ada pesan dari gubernur yang meminta untuk mengevaluasi seluruh perusahaan daerah dan melihat mana yang masih aktif dan mana yang tidak. “Jika tidak aktif dan tidak bisa berkompetisi ya dihapus saja. Lebih baik sedkit tapi berkualitas ketimbang banyak tapi tidak ada kualitas. Semua perusahaan daerah yang ada termasuk yang bisa diakusisi atau kalau tidak langsung dihapus sehigga pengembangannya bisa difokuskan,” katanya.
Lalu untuk PD Irian Bhakti diakui Musaad bahwa ada harapan gubernur perusahaan ini akan berubah menjadi PT karena dengan sendirinya akan memperluas jangkauan bisnis. Ia membekali lewat cerita dimana ada ahli managemen modern kewarganegaraan Jepang yang lama di Amrik. Ia menyebut bahwa dalam era globalisasi semua harus bisa merubah paradigma yang tadinya kerja di daratan sekarang kerja di udara dengan digitalisasi. “Pandemi juga semakin menyokong untuk melakukan berbagai aktifitas lewat online dan di era ini jika ada yang tidak memanfaatkan situasi tersebut maka akan tergilas,” tambahnya.
PD Irian Bhakti juga diminta berubah dan menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. “Sudah harus digitalisasi, komunikasi transaksi juga harus digital,” sarannya. Sementara Yarius Balingga kepada wartawan menyampaikan ada tahapan yang akan dilakukan. “Kami benahi komunikasi dan koordinasi dengan setiap cabang. Saya akan benahi mana yang perlu dioptimalkan dan mana yang perlu dirampingkan. Kami juga akan menata aset sebab ini persoalan yang tak pernah tuntas,” tegas Yarius Balingga.
Soal perubahan status diakui itu menjadi satu PR yang harus dituntaskan mengingat selama 57 tahun perusahaan ini masih berstatus perusahaan daerah. “Perdanya sudah disahkan oleh DPR ketika itu dan kami akan cek apa yang perlu segera disikapi agar status ini bisa berubah dan kami direksi membutuhkan dukungan dari yang lain,” imbuhnya. (ade/wen)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *