Penerima Vaksin di Papua Capai 1,9 Juta Orang, Belum Tahu Kebutuhan Vaksinator

Robby Kayame (Foto: Grati/cepos)

Melihat Kesiapan Dinas Kesehatan Provinsi Melaksanakan Vaksinasi di Papua

Vaksinasi Covid 19 akan dilakukan dalam waktu dekat. Tenaga kesehatan yang akan menjadi penerima vaksin pertama di tahap pertama ini. Dari tahap pertama ini dilanjutkan ke tahap berikutnya sampai pada akhirnya semua masyarakat umum mendapatkan vaksin. Lantas bagaimana persiapan Dinas Kesehatan Provinsi Papua dalam vaksinasi yang dilakukan?

Laporan: Gratianus Silas

Dibagi dalam beberapa tahapan, vaksinasi di Indonesia akan dilakukan di awal tahun 2021 ini. Seperti daerah lainnya di Indonesia, tahap pertama vaksin akan dilakukan dalam waktu dekat, di mana tenaga kesehatan menjadi kelompok penerima vaksin pertama, sebelum pada akhirnya nanti seluruh masyarakat akan menerima vaksin dengan jenis serupa.
Selaku eksekutor di tingkat daerah, Dinas Kesehatan Provinsi Papua pun mempersiapkan program vaksinasi dari pemerintah pusat ini secara baik. Untuk persiapan pertama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Robby Kayame, menyebutkan bahwa yang menjadi dasar dilakukan vaksinasi adalah regulasi, sehingga turunan dari kebijakan pusat perihal vaksinasi inilah yang sedang disiapkan dalam bentuk peraturan gubernur.
Kemudian, persiapan lainnya yaitu menghitung dosis vaksin yang diberikan, termasuk vaccine carrier yang dibutuhkan, tempat penyimpanan, serta kebutuhan jarum suntik untuk pelaksanaan vaksinasi, hingga berapa tenaga yang disiapkan.
“Kami sedang mempersiapkan semua itu, sehingga pada saat pelaksanaan nanti sesuai dengan kebutuhan. Kami juga sedang siapkan semua data dan kelayakan untuk membangun cold room tambahan di Jayapura, Merauke, Jayawijaya, Nabire, dan Biak untuk menyimpan vaksin. Demikian, daerah yang berada di wilayah adat yang sama, bisa mengambil vaksin di kabupaten/kota tersebut,” terang Robby Kayame.
Selain menyiapkan vaksin, tenaga yang melakukan vaksinasi (vaksinator) pun disiapkan. Namun, Kayame belum dapat memastikan kebutuhan vaksinator di Papua secara keseluruhan. Sebab, hingga saat ini pihaknya masih menghitung tenaga vaksinator yang dibutuhkan di Papua, berdasarkan pemetaan wilayah kabupaten/kota.
“Untuk tenaga, kami ada petugas yang akan kami libatkan adalah dari kesehatan, Satpol PP, TNI, Polri dan lainnya. Tenaga pelaksana di lapangan itu, kami sedang tunggu juknis. Untuk tenaga, kami akan hitung sesuai dengan per puskesmas, per posyandu, dan kemudian luas wilayah,” jelasnya.
“Demikian, sementara kami himpun data, sehingga kami belum patok sekian vaksinator di seluruh Papua. Kami baru sosialisasi di daerah, kemudian kami himpun data vaksinator berdasarkan daerah. Itu tergantung dari ketersediaan SDM, ketersediaan anggaran, dan beban kerja,” sambungnya.
Salah satu prosedur dalam mempersiapkan tenaga vaksinator, sambung Kayame, adalah dengan memberikan pelatihan. Hal ini bahkan telah dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Pelatihan Kesehatan Makassar dalam kerja sama yang dilakukan.
Vaksinasi ini memang dipersiapkan dengan sangat baik dalam pelaksanaannya di lapangan. Bukan tanpa alasan, sebab, di Papua saja, jumlah penerima vaksin mencapai 1.970.402 jiwa dari total 3.490.797 penduduk di Papua.
“Kami harapkan, target pemberian (vaksin) ini nantinya harus mencapai 95 persen dari total sasaran. Kalau 95 persen itu sudah kami vaksinasi, maka imunitas secara komunitas sudah terbentuk. Tentunya, untuk mencapai sasaran tersebut, dibutuhkan dukungan dari semua pihak,” ujarnya.
Namun, dari target tersebut, akan kembali dilihat berdasarkan kondisi kesehatan penerima vaksin, yang bisa atau tidak menerima vaksin. Sebab, seperti halnya yang memiliki komorbid (penyakit penyerta) tidak diperbolehkan mendapatkan vaksin.
“Sesuai juknis dari Kemenkes tentang rentan usia penerima vaksin dari 18 – 59 tahun, sehingga bagaimana kita harus identifikasi kelompok dengan komorbid (penyakit penyerta), kelompok lansia, kelompok di bawah 18 tahun, serta kelompok yang sudah terpapar Covid 19 yang tidak mudah untuk diidentifikasi,” tambahnya.
Namun, di atas semuanya itu, dukungan dari masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini menjadi sangat penting. Sebab, ini menjadi program baru dan tidak semudah yang dipikirkan dalam pelaksanaannya.
“Banyak hal yang perlu kita pertimbangan. Itu melalui advokasi dukungan dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat, sangat tergantung dari bagaimana kami dapat diseminasi informasi yang tepat dan benar kepada para pengambil kebijakan sehingga dalam pelaksanaan kegiatan nantinya tidak mengalami kendala,” pungkasnya.(*/wen)

1 thought on “Penerima Vaksin di Papua Capai 1,9 Juta Orang, Belum Tahu Kebutuhan Vaksinator

  1. Ayoooooo !!!
    Yang jauh mendekat, Yang dekat merapat guyss.
    Bingung memilih situs Judi Online Terbaik & Terlengkap.
    Gabung aja guys besama kami di https://siputlari.com/
    Banyak promo menarik untuk anda semua
    Tunggu apa lagi buruan bermain dan menangkan hadiahnya
    Menjadi milyader bukan lagi sebuah mimpi guysss,.,. !!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *