Tahun ini  DPPAD Hadapi Berbagai Persoalan Pendidikan

Christian Sohilait ( FOTO: gratianus silas/cepos)

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait menyebutkan bahwa terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan pihaknya di 2021 ini. Pertama,  buta huruf di Papua yang berada di angka 9 persen, sehingga itu menjadi pekerjaan rumah besar yang harus fokus diselesaikan.

“Kedua, angka putus sekolah cukup tinggi di seluruh jenjang, baik SD, SMP, SMA, SMK, yang angkanya berkisar di 21 – 22 persen,” jelas Christian Sohilait, Kamis (7/1) kemarin.

Adapula, anak-anak aibon (ngelem) yang tersebar di 6 -7 kabupaten/kota di Papua. Menurut Sohilait, kalau ini tidak diberikan perhatian, maka akan pula menyebabkan masalah di sektor pendidikan, khususnya di Papua.

“Kita juga masih punya persoalan dengan sumber daya manusia, baik guru maupun tenaga kependidikan. Artinya, ada yang perlu sertifikasi, peningkatan kapasitas guru maupun peningkatan kapasitas di bidang IT,” tambahnya.

Lanjutnya, regulasi juga dinilai menjadi satu persoalan yang perlu diselesaikan. Dengan banyaknya regulasi, maka harus dilihat penerapannya, apakah ada regulasi pusat yang tidak sesuai dengan Otsus Papua, maupun regulasi daerah yang mesti diperbaiki dan memberikan dukungan bagi pendidikan.

“Contohnya, di Papua tidak ada pengakuan terhadap guru-guru SPG maupun KPG. Ini yang sedang kami atur, sehingga kalau pusat mengizinkan, kamiatur regulasi ini lebih baik. Kemudian, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang hingga saat ini dipalang. Artinya, regulasi mana yang mengatur penyelesaian persoalan semacam itu,” pungkasnya. (gr/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *