Akademisi: Ada Dua Stimulus Pulihkan Ekonomi di Papua

Dosen Akuntansi FEB Uncen, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak, saat memberikan keterangan kepada cenderawasih pos di Kampus Waena, Kota Jayapura. ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Memasuki tahun 2021 ini, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, terus mencari berbagai alternatif dan strategi untuk memulihkan kembali ekonomi yang selama ini tidak berjalan normal selama tahun 2020 lantaran pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

Berdasarkan hal ini, maka Dosen Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Cenderawasih, Kurniawan Patma, S.E, M.Ak mengatakan bahwa untuk memulihkan ekonomi di daerah perkotaan yang ada di Papua, maka strategi yang tepat untuk membangkitkan kembali ekonomi di Papua.

“Ada dua stimulus yang harus dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam rangka memulihkan kembali ekonomi di wilayah perkotaan yang ada di Papua,” katanya kepada cenderawasih pos di Kampus Uncen, Waena, Kota Jayapura, Kamis (7/1).

Stimulus yang pertama, menurut Kurniawan adalah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah daerah. Hal ini sebagai langkah jangka pendek yang harus dilakukan lagi di tahun 2021 ini.

“Stimulus jangka pendek yang pertama dilakukan adalah tetap memberikan BLT kepada masyarakat, baik berupa bahan makanan (bama) ataupun uang kepada masyarakat. Ini merupakan langkah jangka pendek dalam membangkitkan kembali ekonomi di Papua,’ ungkapnya.

Stimulus kedua, kata Kurniawan adalah stimulus jangka panjang, dimana pemerintah daerah harus melakukan pelatihan dan sosialisasi serta pendampingan terhadap para pelaku usaha kecil dan menengah, untuk diarahkan dalam menggunakan digital. Dimana menggunakan ekonomi berbasis digital, sehingga roda-roda perekonomian di Papua tetap berjalan.

“Ekonomi berbasis digital harus dilakukan, dimana para pelaku usaha kecil dan menengah melakukan pelatihan dan pendampingan, sehingga para pelaku ini tetap menjalankan roda-roda perekonomian secara digital,” ujarnya.

Kurniawan berharap, dengan kedua stimulus ini, baik jangka pendek dan jangka panjang ini dilaksanakan secara optimal kepada masyarakat, maka pemulihan ekonomi di tahun 2021 ini bisa dilakukan dan roda-roda ekonomi akan berjalan normal seperti biasanya kedepan. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *