Keributan di Dogiyai, 14 Orang Luka-luka

Kapolres Nabire AKBP Kariwaan Barus saat memantau lokasi kebakaran rumah warga di Dogiyai, Jumat (1/1) ( FOTO: Polres Nabire for Cepos)

Situasi Kondusif, 100 Personel Gabungan TNI-Polri Berjaga-jaga di Dogiyai

JAYAPURA-Sebanyak 100 personel gabungan TNI-Polri berjaga-jaga di Kabupaten Dogiyai tepatnya di Kampung Mauwa, Distrik Kamu, pasca keributan yang diakibatkan orang mabuk dan aksi pelemparan terhadap mobil patroli Polsek Kamu pada 31 Desember 2020.

Kapolres Nabire, AKBP. Kariawan Barus mengatakan, situasi Dogiyai yang menjadi bagian dari wilayah hukumnya itu mulai kondusif pasca keributan hingga menyebabkan beberapa unit rumah warga terbakar dan 12 warga dan 2 anggota terluka.

“Data yang kami terima 12 warga dan 2 anggota terluka. Mereka saat ini sedang mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Nabire,” ungkap Barus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (4/1).

Menurut Barus, tidak hanya warga dan anggota yang luka-luka. Ada enam rumah yang dibakar. Meskipun demikian kondisi Dogiyai hingga saat ini sudah kondusif dan aktivitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa.

“Sudah ada 17 orang saksi yang kami periksa. Sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kita dengan pemerintah daerah dan semua korban sepakat bahwa penyelesaian masalah akan dilakukan setelah para korban dilakukan pengobatan,” tuturnya.

Mengenai pemicu keributan, Kapolres Barus menyebutkan keributan tersebut bermula dari adanya orang mabuk sekitar TKP pada malam  tahun baru. Saat didatangi petugas, mereka justru melempari mobil  petugas. Insiden ini kemudian meluas hingga terjadi pembakaran rumah milik warga.

“Sempat ada penebalan pasukan ke Dogiyai dan saya sendiri yang memimpinnya. Sebanyak 100 personel gabungan TNI-Polri sudah ada di Dogiyai untuk melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Barus.

Dikatakan, untuk warga yang rumahnya terbakar sedang mengungsi ke rumah kerabatnya yang ada di Dogiyai. Pihaknya akan melakukan pembersihan terhadap rumah warga yang dibakar setelah dilakukan proses olah TKP.

“Jauh hari kita sudah melakukan antisipasi, karena masalah yang sering timbul di Dogiyai akibat Miras,” ujarnya.

Sementara itu, data yang diterima Cenderawasih Pos menyebutkan terjadi aksi pelemparan batu terhadap mobil patroli Polsek Kamuu pada saat melaksanakan patroli keamanan menjelang tahun baru 2021 oleh Orang Tak Dikenal (OTK) sekitar 20 orang.

Dari kejadian tersebut mengakibatkan dua anggota Satgas Yon R 500/Sikatan dan dua orang masyarakat mengalami luka terkena anak panah.

Kronologis kejadian tersebut yaitu pada tanggal 31 Desember 2020 sekira pukul 23.30 WIT, anggota Polsek Kamuu yang melaksanakan patroli keamanan menjelang perayaan tahun baru 2020 menuju Kampung Mauwa. Sesampainya di perempatan jalan Kampung Mauwa, mobil patroli dilempar menggunakan batu oleh sekelompok masyarakat yang sedang mengonsumsi Miras yang berjumlah sekira 20 orang.

 Anggota yang patroli lantas melaporkan hal itu ke Koramil 1705-06/Moanemani dan melaporkan kejadian tersebut kepada Danramil 1705-06/Moanemani Mayor Czi Jarman Dabang.

Mendengar kejadian tersebut anggota menuju Optik Palapa Timur Telematika Area Kigamani milik Kominfo menggunakan kendaraan mobil Toyota Innova dengan rencana menjemput 3 personelnya yang melaksanakan Pengamanan Optik PTT  yang lokasinya berjarak 15 meter dari lokasi massa.

 Massa mulai bertambah sekitar 50 orang dan terus melempari batu dan memanah Pos Jaga Optik sehingga mengenai Letda Inf Abdul Aziz yang berada di pintu Pos Jaga Optik dan langsung ditarik oleh Kopda Bimo yang berada di dalam Pos Jaga Optik dan semua mengamankan diri di dalam Pos Jaga Optik.

 Sedangkan Kopda Khoirun Naim, Pratu Rahmadi dan Pratu Gunawan yang berada di luar Pos Jaga Optik langsung mengeluarkan tembakan peringatan. Tetapi massa semakin anarkis dan melempar batu dan memanah ke arah Kopda Khoirun Naim, Pratu Rahmadi dan Pratu Gunawan hingga mengenai Kopda Khoirun Naim di bagian tangan kanan.

Melihat rekannya terluka, Kopda Hermanto membawa Kopda Khoirun Naim ke Pos Yon R 500/Sikatan. Sementara Letda Inf Abdul Aziz beserta 3 personel masih terkurung di Pos Jaga Optik.

 Pada tanggal 1 Januari 2021, massa mulai membakar terpal mobil yang berada di depan toko bangunan dan Sembako. Sekira 20 menit api mulai merembet membakar toko bangunan dan kios sembako. Sekira pukul 02.30 WIT, 12 Personel gabungan Polsek Kamuu dan Brimob Yon C Nabire BKO Polsek Kamuu tiba di lokasi dan langsung mengambil tindakan dengan menembakan gas air mata, tetapi massa semakin ramai yang menyebar dari jalan menuju ke sudut kiri dan sudut semak-semak rerumputan, sehingga seluruh personel mengamankan diri di balik mobil patroli sambil menembakan gas air mata ke arah semak-semak rerumputan. Massa baru membubarkan diri pada pukul 05.50 WIT.

 Adapun dua anggota yang terluka yakni Letda Inf Abdul Aziz  Danpos Satgas Yon R 500/Sikatan mengalami luka panah di bagian hidung sebelah kiri, dalam kondisi sadar. Kopda Khoirul Naim anggota Satgas Yon R 500/Sikatan mengalami luka panah di lengan tangan kanan, dalam kondisi sadar.

 Sementara  warga bernama Dede (34) mengalami luka panah di bagian punggung sebelah kanan, dalam kondisi sadar dan Ari (28) mengalami luka panah di bagian pinggang belakang kanan, dalam kondisi sadar. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *