Delapan Staf Terpapar Covid-19, BPKAD Merauke Tutup 

Sejumlah pegawai   yang menjalani rapid test di halaman kantor BPKAD Kabupaten Merauke menyusul adanya 8 staf yang terpapar Covid-19, Senin (4/1) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Merauke memilih  menutup kantornya selama seminggu atau sepekan  terhitung mulai Senin (4/1) lantaran 8  pegawai yang ada di  BPKAD terkonfirmasi  Corona. Bahkan, satu dari 8  orang tersebut meninggal dunia.

   Kepala BPKAD Kabupaten Merauke Albertus Muyak, SE, M.Si mengungkapkan, bahwa  terhitung  sejak 4 Januari, kator yang ditutupnya tersebut  tutup  selama sepekan. “Karena ada 8  pegawai kami yang sudah terpapar Covid. Bahkan, satu diantaranya  meninggal dunia. Dia sudah terkonfirmasi Covid,” kata  Albertus Muyak, ditemui Cenderawasih Pos di halaman kantor   BKAD Kabupaten Merauke Senin (4/1).

   Albertus  Muyak menjelaskan bahwa ke-8 pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah  Kabupaten Merauke  tersebut terpapar lewat  transmisi lokal. Sebab, sejak Maret   2020 sampai akhir tahun  tidak ada pegawai BPKAD yang melakukan perjalanan keluar daerah termasuk dirinya.

   “Sejak   Maret 2020 sampai tutup tahun, tidak ada  yang melakukan perjalanan keluar daerah. Jadi penyebarannya ini secara transmisi lokal,” katanya.

   Apalagi, kata dia, seluruh SKPD  lingkup Pemkab  Merauke melakukan pengurusan administrasi keuangan ke BPKAD.  “Jadi setiap  harinya banyak teman-teman dari SKPD lain melakukan pengurusan dan konsultasi soal keuangan,”  terangnya.

   Menurut dia, seluruh  pegawai  BPKAD tersebut dilakukan rapid test secara massal. “Hari ini, sekitar 20 orang yang akan dilakukan rapid test. Kami sudah minta ke  Dinkes  untuk dilakukan rapid test. Kalau ada yang reaktif, maka langsung dilanjutkan dengan swab. Termasuk keluarga mereka  diminta untuk rapid test, jika ada yang  reaktif,” katanya.

   Namun dari rapid test yang dilakukan  Senin kemarin  tersebut, semuanya non reaktif.   Alberth Muyak menjelaskan bahwa  sebagian dari pegawai BPKAD  tersebut sudah melakukan rapid test secara mandiri, sehingga yang sudah  rapid  tidak di rapid lagi. “Seperti saya sudah  melakukan rapid pada 30 Desember lalu dan puji Tuhan bahwa  hasilnya non rekatif,’’ tandasnya.

    Ditambahkan, bahwa pihaknya  tidak menyembunyikan ke publik  terkait dengan pegawainya  yang terpapar tersebut. “Kami langsung  sampaikan ke dalam group forum  SKPD bahwa ada sekian pegawai kami yang  terpapar Covid. Ini kita  lakukan agar kita saling menjaga. Tidak boleh  ditutup-tutupi, karena justru dengan cara itu akan terjadi penyebaran yang  masif. Yang tidak boleh  itu, mengungkap  identitas pasien, kecuali  yang bersangkutan sendiri yang menyampaikan ke  publik,” tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *