Sopir dan Pedagang Minta Pemindahan Pasar Ditinjau Ulang

Kadis Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus bersama staf bersama para supir di terminal baru Youtefa Kotaraja, Sabtu (5/12) kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

DPC Organda:  Disperindagkop Perlu Pikirkan Sepinya Pengunjung di Pasar Baru Yotefa Kotaraja

JAYAPURA- Mulai Sabtu (5/12) lalu supir angkutan umum di Pasar Youtefa Abepura sudah mulai pindah menempati terminal baru di Pasar baru Youtefa Kotaraja. Namun pemindahan ke terminal baru ini belum sesuai dengan hati nurani pedagang dan para sopir yang beraktifitas di Pasar Youtefa Abepura.

  Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura Justin Sitorus, SH.,MH.,menjelaskan, sebelum sopir angkot ini pindah ke terminal baru pihaknya telah melakukan sosialisasi DPC Organda Kota Jayapura dan koordinator trayek, termasuk tela dilakukan uji coba dengan pihak DPC Organda dan koordinator trayek.

   “Trayek yang masuk di terminal kni antara lain dari Arso, dari Skouw dan daerah perbatasan, trayek kotaraja kurang lebih 250 operasi, trayek koya 65 yang beroperasi dan diharapkan supaya sopir bisa semangat dalam menempati terminal baru ini maka para pedagang juga harus banyak yang masuk supaya ada penumpang yang diangkut para supir, selain itu, kedepannya agar lebih lengkap lagi fasilitas prasarana dan prasarana pemerintah juga harus memperhitungkan penambahan fasilitas sarana dan prasarananya yang ada di terminal,”ungkapnyaa, Sabtu(5/12)pekan lalu.

  Ketua DPC Organda Kota Jayapura Arifin Sugianto S. menambahkan, pihaknya mendukung pemindahan terminal karena jauh lebih baik dibanding karena bebas banjir.

  “Kami berharap pasar ini ke depannya bisa beroperasional secara maksimal supaya para sopir tidak jemu dalam menunggu penumpang, diharapkan Disperindagkop dapat memikirkan ini juga, ramai dan sepinya penumpang ditentukan oleh oprimalnya pasar jika pasar sepi tidak ada pengunjung dan pedagang tentu sopir juga tidak ada pemasukan karena tidak ada yang diangkut,”ungkapnya.

Sementara itu, Herman koordinator sopir trayek Koya dan Safril Ketua DPC Organda Kabupaten Keerom yang koordinator sopir trayek Arso mengakui, seharusnya pemerintah bisa memindahkan pedagang secara serentak, jika tidak sopir angkut ini tidak bisa bekerja secara maksimal, contohnya saja, kalau di terminal pasar baru youtefa Kotaraja pedagang yang berjualan sedikit jam 10 sudah sepi para supir angkot mau dapat apa setelah jam itu.

Oleh karena itu, Pemkot harus tegas jika melakukan pengoperasian pasar baru harus dipikirkan juga nasib para sopir angkot karena jika dalam beberapa hari supir angkot tidak mendapatkan pemasukan, mereka tetap tidak akan mau masuk ke Terminal Pasar Baru Kotaraja dan sopir kembali ke pasar youtefa abepura, termasuk para pedagang karena kebijakan ini sudah tidak masuk akal dan tidak melihat kondisi di lapangan.

  Hal senada juga dikatakan Safril, sejatinya program pemerintah  pihaknya dukung, tapi pemerintah juga harus bisa melihat dalam membangun terminal tidak layak seperti ini, kondisi Terminal masih timbunan karang ini bisa merusak ban karena belum diaspal, kedua untuk angkutan trayek arso tidak diberikan atap pelindung buat angkutan padahal pihaknya juga ditarik retribusi harusnya pemerintah juga adil.

Sementara itu, Ashadi dan Usman pedagang sayur dan buah-buahan dari arso Kabupaten Keerom mengaku, sangat sedih dengan kebijakan pemerintah Kota Jayapura yang memindahkan pedagang berjualan secara tidak serentak.

Mereka mengaku diberikan tempat sudah sangat sempit tidak bisa menurunkan jualan dari mobil dan saat dipindah banyak dagangannya yang tidak laku bahkan sampai dibuang ia meminta kepada pemerintah untuk bisa beruualan kembali di pasar youtefa abepura karena jika diteruskan ia akan bangkrut karena ia sendiri juga mempunyai hutang di bank dan harus dibayar.

Mereka berharap seharusnya pemerintah bijak jika mau memindahkan pedagang, harus dilakukan secara serentak supaya  pengunjung maksimal dalam berbelanja dan pedagang juga semangat dalam berjualan.(dil/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *