RAPBD Tahun 2021 Rp 1,2 Triliun Lebih

Suasana sidang pembukaan paripurna IV masa sidang III tentang RAPBD Tahun 2021 di Ruang Sidang Kantor DPRD Jayapura, Jumat, (4/12), kemarin. (Foto:Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jayapura bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menggelar sidang pembukaan paripurna IV masa sidang III tentang RAPBD Tahun 2021 di ruang sidang Kantor DPRD Jayapura, Jumat, (4/12), kemarin.
Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, gambaran Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jayapura, Tahun 2021 yang diajukan kepada dewan, pertama estimasi pendapatan yang ditargetkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Jayapura Tahun 2021 sebesar Rp 1.248.442.062.288.39, yang terdiri dari dua komponen, pendapatan Rp 153.535.700.207,00, kemudian pendapatan dana transfer sebesar Rp 1.094.906.362.081,39.
“Belanja yang dialokasikan pada RAPBD Tahun 2021 ini adalah sebesar Rp 1.466.635.349.288,39,” bebernya.
Setidaknya terdapat empat komponen belanja operasi sebesar RP 1.023.322.502.664. Dari belanja operasi ini, dapat dirinci mulai dari belanja pegawai sebesar Rp 291.464.659.760,48, kemudian belanja barang dan jasa sebesar Rp 698.981.790.240,52. Selanjutnya belanja bunga sebesar Rp 5.323.952.663,00.
“Belanja hibah sebesar Rp 19.952.100.000.00, belanja bantuan sosial sebesar Rp 7.600.000.000.00,” paparnya.
Wakil Bupati juga menyebutkan, biaya belanja modal sebesar Rp 187.545.465.375,39, di mana rinciannya untuk belanja modal tanah senilai 50.000.000.000,00. Kemudian untuk belanja modal peralatan dan mesin sebesar Rp 74.821.445.805,39, selanjutnya untuk belanja modal dan bangunan senilai Rp 37.277.871.125,00. Kemudian untuk belanja modal jalan jaringan dan irigasi sebesar Rp 25.439.519.695,00. Selain itu, ada juga belanja modal aset tetap senilai
Rp 6.628.750,00.
“Pada poin ke-3, belanja tidak terduga sebesar Rp 19 miliar. Kemudian ada belanja transfer sebesar Rp 236,767.381,249,00. Ada juga belanja bagi hasil sebesar Rp, 1.147.669,849,00,” ungkapnya. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *